Lompat ke isi

Stagnasi air

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 04.05 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Stagnant water 2

Stagnasi air merupakan kondisi ketika air berada di satu tempat tanpa mengalami pergerakan dalam jangka waktu yang lama. Apabila air mengalir terus diperbarui melalui sirkulasi, maka air tergenang bersifat statis yang muncul akibat aliran yang terhambat.[1] [2] Kondisi ini dapat dijumpai pada pipa, tangki, genangan di permukaan tanah, pancuran air minum, serta badan air kecil seperti parit dan kolam. Dalam sistem perpipaan bangunan, stagnasi air terjadi di ruang yang tidak digunakan, atau ketika bagian jaringan perpipaan air tidak berfungsi dengan baik.[3]

Penyebab

Penyebab stagnasi air mencakup faktor hidrologis dan lingkungan yang menghambat pergerakan air. Ketiadaan saluran pembuangan yang memadai dapat menyebabkan akumulasi air pada daerah rendah atau saluran drainase yang tersumbat, sehingga air tetap berada di tempat dalam waktu lama. Ketika pasokan air segar berkurang, pembaruan volume air menjadi terhambat dan mengganggu kelancaran sirkulasi air. Faktor hambatan fisik berupa sampah, vegetasi, atau sedimen dapat menghalangi aliran alami, menyebabkan terbentuknya genangan. Faktor lain yang turut memengaruhi terjadinya stagnasi air adalah kurangnya aerasi, karena ketiadaan sirkulasi dan pergerakan air membatasi proses pencampuran dengan udara sehingga air tetap dalam kondisi diam. Kombinasi dari faktor-faktor tersebut berperan dalam menciptakan kondisi stagnasi yang terdapat pada kawasan perkotaan maupun lingkungan alami.[4][5][6]

Bahaya

Dalam jaringan pasokan air di wilayah perkotaan, aliran air tidak berhenti sepenuhnya akibat dari kebutuhan air yang terus berjalan. Hal ini berbeda dalam sistem bangunan, air dapat tidak terpakai dalam waktu lama akibat pola penggunaan air individu, sehingga memberikan waktu yang cukup lama bagi terjadinya proses biologis.[7]

Air yang tidak mengalami pergerakan dan tidak mendapatkan aerasi yang cukup dapat mendukung pembentukan biofilm. Air tergenang dapat menjadi media bagi pertumbuhan mikroorganisme dan perkembangbiakan organisme patogen,[8][9] termasuk Legionella,[10] Escherichia coli (E. coli),[11] mikobakteria non-tuberkulosis, serta Pseudomonas yang berasosiasi dengan infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia.[12] Malaria dan demam berdarah merupakan bahaya yang muncul akibat stagnansi air, genangan air berfungsi sebagai habitat perkembangbiakan nyamuk vektor, seperti Anopheles sebagai penular malaria dan Aedes aegypti sebagai penular demam berdarah.[13][14]

Referensi

  1. What Is Stagnant Water and How to Avoid It?. TRADESAFE. 2024-11-17.
  2. Ion Exchange. Dangers of Stagnant Water in Urban Environments. Ion Exchange. 2025-05-20.
  3. Jonathan Zinser. Mitigating Stagnant Water Diseases and Damage During the Pandemic. www.rochestermidland.com.
  4. Charlie Newell. What Causes Stagnant Water in Ponds (and How to Fix It)?. https://admirallakeandpondrestoration.com/. 2025-09-03.
  5. Articles about Lake Weeds, Boatlifts, Muck, & Docks. Articles about Lake Weeds, Boatlifts, Muck, & Docks.
  6. admin. Identifying the Causes of Standing Water and How to Address Them. Stewart Lumber & Hardware. 2024-02-02.
  7. Fangqiong Ling. Drinking water microbiome assembly induced by water stagnation. The ISME Journal. 2018-06. Vol. 12 (6). hlm. 1520–1531. doi:10.1038/s41396-018-0101-5.
  8. Caitlin R. Proctor. Considerations for large building water quality after extended stagnation. AWWA Water Science. 2020. Vol. 2 (4). hlm. e1186. doi:10.1002/aws2.1186.
  9. Casey K Huang. Extended water stagnation in buildings during the COVID-19 pandemic increases the risks posed by opportunistic pathogens. Water Research X. 2023-12-01. Vol. 21. hlm. 100201. doi:10.1016/j.wroa.2023.100201.
  10. Muhammad Atif Nisar. Increased flushing frequency of a model plumbing system initially promoted the formation of viable but non culturable cells but ultimately reduced the concentration of culturable and total Legionella DNA. Heliyon. 2024-06-15. Vol. 10 (11). hlm. e32334. doi:10.1016/j.heliyon.2024.e32334.
  11. What are the Risks of Stagnant Water? - Water Mold Fire Restoration. watermoldfire.net.
  12. What Is Stagnation and How Does It Impact Legionella Control. Legionella Control Systems.
  13. Talal Arshad. Malaria and dengue outbreaks during a national disaster in Pakistan: A rising concern for public health. Journal of Global Health. 2022-12-03. Vol. 12. hlm. 03076. doi:10.7189/jogh.12.03076.
  14. The Dangers of Stagnant Water - Standing Water Dangers. puroclean.ca.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28661302 (2025-12-04T15:09:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.