Lompat ke isi

Sistem air Turpan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 04.06 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Turpan-karez-maqueta-d01

Sistem air Turpan, juga disebut sistem Turfan kārēz, adalah sistem yang digunakan untuk memasok air melalui terowongan vertikal yang berada di Cekungan Turpan, Xinjiang, Tiongkok. "Karez" () adalah kata dalam bahasa Uighur, yang berasal dari bahasa Persia untuk sistem air disebut dengan kārīz ().[1]

Sistem air karez Turpan sangat penting dalam pengembangan wilayah Turpan sebagai tempat persinggahan dan oasis penting di Jalur Sutra, yang melintasi Gurun Taklamakan yang tidak ramah dan tandus.[2]

Deskripsi

Sistem air karez Turpan terdiri dari serangkaian sumur horizontal yang digali secara vertikal, kemudian terhubung dengan kanal air bawah tanah, guna menampung air dari limpasan permukaan daerah aliran sungai, di dekat kaki Pegunungan Tian Shan dan Pegunungan Huoyan. Kanal-kanal tersebut mengaliri permukaan, karena arus air yang mengalir menuruni lereng Cekungan Turpan. Kanal tersebut sebagian besar terletak di bawah tanah sehingga mengurangi penguapan air dan membuat lereng cukup pajang untuk menjangkau wilayah yang jauh, hanya dengan pemanfaatan gravitasi alami.[3]

Sistem air ini memiliki sumur-sumur, bendungan dan kanal-kanal bawah tanah yang dibangun untuk menyimpan air dan mengendalikan aliran arus air. Sumur-sumur vertikal digali di berbagai titik, untuk mengambil sumber air tanah yang bersumber dari limpasan gunung, mengalir menuruni lereng. Kemudian air disalurkan melalui kanal-kanal bawah tanah yang digali dari sumur satu ke sumur lainnya, lalu dialirkan ke tujuan yang diinginkan. Sistem pengairan Turpan ini diyakini berasal dari Tiongkok yang mungkin dikombinasikan dengan teknologi modern yang berasal dari dunia barat.[4][5]

Di Xinjiang, jumlah sumur karez terbesar berada di Cekungan Turpan, yang kini terdapat lebih dari 1,100 sumur dan saluran karez dengan panjang total lebih dari 5,000 km. Kondisi geografis wilayah setempat, menjadikan sumur karez diberdayakan untuk irigasi lahan-lahan pertanian dan penggunaan lainnya. Secara geografis, Turpan terletak di cekungan terdalam kedua di dunia, dengan lebih dari 4,000 km2 wilayah yang terletak di bawah permukaan laut dan membentuk cekungan yang kokoh.[6]

Kepentingan

Ketersediaan air yang melimpah, sangat penting bagi wilayah Turpan, sehingga kota oasis ini dapat melayani banyak kafilah di Jalur Sutra yang singgah di sana, dekat rute yang melintasi Gurun Taklamakan. Para kafilah umumnya terdiri dari para pedagang dan misionaris dengan para pengawal bersenjata mereka, termasuk ribuan hewan unta bersama dengan para penggembalanya yang dapat menghabiskan waktu seminggu atau lebih, tinggal di tempat tersebut. Kafilah-kafilah tersebut membutuhkan padang rumput bagi hewan-hewannya, fasilitas peristirahatan dan pasar-pasar bagi perdagangan untuk menjalankan usahanya serta mengisi kembali persediaan untuk kebutuhan makanan dan air.[7] Sumur karez di daerah Turpan masuk dalam Daftar Sementara Situs Warisan Dunia UNESCO untuk Tiongkok.[8]

Pemanasan global

Terdapat sekitar 20,000 gletser di Xinjiang atau hampir setengah dari seluruh gletser yang ada di Tiongkok. Air dari gletser melalui kanal-kanal bawah tanah, telah menyediakan sumber air yang stabil sepanjang musim dan tahun, selama ribuan tahun.[9] Namun, sejak 1950-an, gletser Xinjian telah menyusut 21 persen hingga 27 persen karena pemanasan global yang mengancam produktivitas pertanian di wilayah tersebut.[10]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Karez Well. www.xj.gov.cn.
  2. Luce Boulnois. Silk Road: Monks, Warriors & Merchants. Odessey Books & Guides. 2005. hlm. 148–149, 201. ISBN 978-962-217-721-5.
  3. Karez (Qanats) of Turpan, China. waterhistory.org.
  4. Karez (Qanats) of Turpan, China. waterhistory.org.
  5. The hydraulic systems in Turfan (Xinjiang). The Silk Road.
  6. Karez (Qanats) of Turpan, China. waterhistory.org.
  7. Luce Boulnois. Silk Road: Monks, Warriors & Merchants. Odessey Books & Guides. 2005. hlm. 148–149, 201. ISBN 978-962-217-721-5.
  8. UNESCO World Heritage Centre. Karez Wells. UNESCO World Heritage Centre.
  9. Karez Well. www.xj.gov.cn.
  10. 'Impossible To Save': Scientists Are Watching China's Glaciers Disappear. NPR.org.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28729818 (2025-12-23T04:05:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.