Lompat ke isi

Enoksasin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 04.16 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Enoxacin

Enoksasin[1] adalah antibiotik fluorokuinolon spektrum luas oral yang digunakan dalam pengobatan infeksi saluran kemih dan gonore. Insomnia adalah efek samping yang umum yang ditimbulkannya.[2][3] Obat ini tidak lagi tersedia di Amerika Serikat. Enoksasin mungkin memiliki efek menghambat kanker.[4]

Mekanisme kerja

Kuinolon dan fluorokuinolon (termasuk enoksasin) adalah antibiotik bakterisida, yang membasmi bakteri dengan mengganggu replikasi DNA. Seperti fluorokuinolon lainnya, enoksasin berfungsi dengan menghambat girase DNA bakteri dan topoisomerase IV. Penghambatan enzim ini mencegah replikasi, transkripsi, perbaikan, dan rekombinasi DNA bakteri.[5][6] Enoksasin menghambat ekspresi mikroRNA mir-34-5p, yang menyebabkan peningkatan umur nematoda C. elegans.[7] Enoksasin aktif terhadap banyak bakteri Gram-positif.[8] Enoksasin juga aktif terhadap bakteri Gram-negatif[9][10][11]

Farmakokinetik

Setelah pemberian oral, enoksasin diserap dengan cepat dan baik dari saluran gastrointestinal. Antibiotik didistribusikan secara luas ke seluruh tubuh dan di berbagai jaringan biologis. Konsentrasi jaringan sering kali melebihi konsentrasi serum. Pengikatan enoksasin ke protein serum adalah 35 hingga 40%. Waktu paruh eliminasi serum pada subjek dengan fungsi ginjal normal adalah sekitar 6 jam. Sekitar 60% dari dosis yang diberikan secara oral diekskresikan dalam urin sebagai obat yang tidak berubah dalam waktu 24 jam.[12][13] Sejumlah kecil dosis obat yang diberikan diekskresikan dalam empedu.[14] Konsentrasi tinggi fluorokuinolon dicapai dalam saluran kemih, dan fakta ini memastikan efek antibakteri berlanjut dari waktu ke waktu, terutama di distrik ini.

Kegunaan medis

Enoksasin dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi, terutama gastroenteritis termasuk diare infeksius, infeksi pernapasan, gonore[15] dan infeksi saluran kemih.[16][17]

Efek samping

Enoksasin, seperti fluorokuinolon lainnya, diketahui memicu sawan atau menurunkan ambang sawan.[18] Senyawa ini tidak boleh diberikan kepada pasien dengan epilepsi atau riwayat serangan kejang sebelumnya karena dapat memicu timbulnya gangguan ini.[19]

Kontraindikasi

Enoksasin dikontraindikasikan pada subjek dengan riwayat hipersensitivitas terhadap zat tersebut atau anggota kelas kuinolon lainnya, atau komponen obat apa pun. Enoksasin, seperti fluorokuinolon lainnya, dapat menyebabkan perubahan degeneratif pada sendi penyangga beban hewan muda. Senyawa ini hanya boleh digunakan pada anak-anak jika manfaat yang diharapkan lebih besar daripada risikonya.[20][21]

Interaksi

  • Fenbufen: pemberian bersamaan dengan beberapa kuinolon, termasuk enoksasin, dapat meningkatkan risiko kejang. Oleh karena itu, pemberian fenbufen dan kuinolon secara bersamaan harus dihindari sebagai tindakan pencegahan.[22][23][24][25]
  • Teofilin: pada pasien yang diobati bersamaan dengan teofilin dan enoksasin, konsentrasi metilksantin dalam plasma meningkat karena berkurangnya klirens metabolik teofilin.[26][27][28][29]
  • Ranitidin, sukralfat, antasida yang mengandung magnesium atau aluminium, serta suplemen yang mengandung kalsium, zat besi, atau seng: pemberian bersamaan dengan zat-zat ini dapat menyebabkan kegagalan terapi antibiotik karena berkurangnya penyerapan oleh saluran usus. Misalnya magnesium atau aluminium pada antasida mengubah enoksasin menjadi garam yang tidak larut sehingga tidak mudah diserap oleh saluran pencernaan.[30][31][32]

Catatan

Bacaan lebih lanjut

  • .

Pranala luar

Referensi

  1. Enoksasin dijual dengan nama dagang berikut:: Almitil, Bactidan, Bactidron, Comprecin, Enoksetin, Enoxen, Enroxil, Enoxin, Enoxor, Flumark, Penetrex, Gyramid, Vinone.
  2. Quinolones for uncomplicated acute cystitis in women. The Cochrane Database of Systematic Reviews. July 2006. Vol. 2006 (3). hlm. CD003597. doi:10.1002/14651858.CD003597.pub2.
  3. Recent developments in the treatment of sexually transmitted diseases. The American Journal of Medicine. December 1991. Vol. 91 (6A). hlm. 140S–144S. doi:10.1016/0002-9343(91)90327-T.
  4. The New Face of a Well-Known Antibiotic: A Review of the Anticancer Activity of Enoxacin and Its Derivatives. Cancers. June 2022. Vol. 14 (13). hlm. 3056. doi:10.3390/cancers14133056.
  5. Mechanism of action of quinolones against Escherichia coli DNA gyrase. Antimicrobial Agents and Chemotherapy. April 1993. Vol. 37 (4). hlm. 839–845. doi:10.1128/aac.37.4.839.
  6. The fluoroquinolones: structures, mechanisms of action and resistance, and spectra of activity in vitro. Antimicrobial Agents and Chemotherapy. October 1985. Vol. 28 (4). hlm. 581–586. doi:10.1128/aac.28.4.581.
  7. Enoxacin extends lifespan of C. elegans by inhibiting miR-34-5p and promoting mitohormesis. Redox Biology. September 2018. Vol. 18. hlm. 84–92. doi:10.1016/j.redox.2018.06.006.
  8. Contoh bakteri Gram-positif termasuk: Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Clostridium perfringens.
  9. Bakteri Gram-negatif termasuk: Acinetobacter, Citrobacter, Campylobacter, Escherichia coli, Haemophilus influenzae, Klebsiella pneumoniae, Moraxella catarrhalis, Serratia marcescens, Pseudomonas aeruginosa, Proteus mirabilis, Proteus vulgaris, Salmonella, Shigella flexneri.
  10. In vitro activity of enoxacin, a quinolone carboxylic acid, compared with those of norfloxacin, new beta-lactams, aminoglycosides, and trimethoprim. Antimicrobial Agents and Chemotherapy. November 1983. Vol. 24 (5). hlm. 754–763. doi:10.1128/aac.24.5.754.
  11. In-vitro activity of enoxacin (CL-919), a new quinoline derivative, compared with that of other antimicrobial agents. The Journal of Antimicrobial Chemotherapy. March 1984. Vol. 13 (3). hlm. 237–244. doi:10.1093/jac/13.3.237.
  12. Pharmacokinetics and tissue penetration of enoxacin. Antimicrobial Agents and Chemotherapy. July 1984. Vol. 26 (1). hlm. 17–19. doi:10.1128/aac.26.1.17.
  13. The comparative pharmacokinetics and tissue penetration of four quinolones including intravenously administered enoxacin. Infection. 1986. Vol. 14 (Suppl 3). hlm. S196–S202. doi:10.1007/bf01667843.
  14. Evaluation of biliary pharmacokinetics of oral enoxacin, a new quinolone antibiotic. 1985. hlm. 42.
  15. Comparative double-blind study of 200- and 400-mg enoxacin given orally in the treatment of acute uncomplicated urethral gonorrhea in males. Antimicrobial Agents and Chemotherapy. April 1987. Vol. 31 (4). hlm. 535–538. doi:10.1128/aac.31.4.535.
  16. Enoxacin treatment of urinary tract infections in elderly patients. The Journal of Antimicrobial Chemotherapy. February 1988. Vol. 21 (Suppl B). hlm. 105–111. doi:10.1093/jac/21.suppl_b.105.
  17. Single-dose enoxacin compared with 3-day treatment for urinary tract infection. Antimicrobial Agents and Chemotherapy. June 1989. Vol. 33 (6). hlm. 877–880. doi:10.1128/aac.33.6.877.
  18. Quinolones potentiate cefazolin-induced seizures in DBA/2 mice. Antimicrobial Agents and Chemotherapy. July 1993. Vol. 37 (7). hlm. 1497–1503. doi:10.1128/aac.37.7.1497.
  19. Convulsions related to enoxacin. Lancet. July 1985. Vol. 2 (8447). hlm. 161. doi:10.1016/s0140-6736(85)90270-3.
  20. Fluoroquinolone safety in pediatric patients: a prospective, multicenter, comparative cohort study in France. Pediatrics. June 2003. Vol. 111 (6 Pt 1). hlm. e714–e719. doi:10.1542/peds.111.6.e714.
  21. Committee on Infectious Diseases. The use of systemic fluoroquinolones. Pediatrics. September 2006. Vol. 118 (3). hlm. 1287–1292. doi:10.1542/peds.2006-1722.
  22. [A case of convulsion, loss of consciousness and subsequent acute renal failure caused by enoxacin and fenbufen]. Nihon Naika Gakkai Zasshi. The Journal of the Japanese Society of Internal Medicine. May 1988. Vol. 77 (5). hlm. 744–745. doi:10.2169/naika.77.744.
  23. [Effects of drugs on the convulsions induced by the combination of a new quinolone antimicrobial, enoxacin, and a nonsteroidal anti-inflammatory drug, fenbufen, in mice]. Nihon Yakurigaku Zasshi. Folia Pharmacologica Japonica. October 1992. Vol. 100 (4). hlm. 301–305. doi:10.1254/fpj.100.301.
  24. Role of nitric oxide in the convulsions following the coadministration of enoxacin with fenbufen in mice. Japanese Journal of Pharmacology. April 1998. Vol. 76 (4). hlm. 425–429. doi:10.1254/jjp.76.425.
  25. Circadian variation in enoxacin-induced convulsions in mice coadministered with fenbufen. Japanese Journal of Pharmacology. February 1997. Vol. 73 (2). hlm. 175–177. doi:10.1254/jjp.73.175.
  26. Enoxacin raises plasma theophylline concentrations. Lancet. July 1984. Vol. 2 (8394). hlm. 108–109. doi:10.1016/s0140-6736(84)90283-6.
  27. New synthetic quinolone antibacterial agents and serum concentration of theophylline. Chest. October 1987. Vol. 92 (4). hlm. 663–669. doi:10.1378/chest.92.4.663.
  28. Structure-related inhibitory effect of antimicrobial enoxacin and derivatives on theophylline metabolism by rat liver microsomes. Antimicrobial Agents and Chemotherapy. August 1996. Vol. 40 (8). hlm. 1875–1880. doi:10.1128/AAC.40.8.1875.
  29. Effects of enoxacin, ofloxacin and norfloxacin on theophylline disposition in humans. European Journal of Clinical Pharmacology. 1988. Vol. 35 (2). hlm. 161–165. doi:10.1007/bf00609246.
  30. Inhibition of enoxacin absorption by antacids or ranitidine. Antimicrobial Agents and Chemotherapy. May 1989. Vol. 33 (5). hlm. 615–617. doi:10.1128/aac.33.5.615.
  31. Effect of oral antacids on disposition of intravenous enoxacin. Antimicrobial Agents and Chemotherapy. April 1993. Vol. 37 (4). hlm. 775–777. doi:10.1128/aac.37.4.775.
  32. Effects of oral cimetidine or ranitidine on the pharmacokinetics of intravenous enoxacin. Journal of Clinical Pharmacology. January 1993. Vol. 33 (1). hlm. 53–56. doi:10.1002/j.1552-4604.1993.tb03903.x.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27779896 (2025-09-05T02:40:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.