Lompat ke isi

Glukuronidasi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 08.22 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28992725; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Glukuronidasi sering terlibat dalam metabolisme obat seperti obat-obatan, polutan, bilirubin, androgen, estrogen, mineralokortikoid, glukokortikoid, turunan asam lemak, retinoid, dan asam empedu. Ikatan ini melibatkan ikatan glikosidik.

Mekanisme

Glukuronidasi terdiri dari transfer komponen asam glukuronat dari asam uridina difosfat glukuronat ke substrat oleh beberapa jenis UDP-glukuronosiltransferase. Asam UDP-glukuronat (asam glukuronat yang terikat melalui ikatan glikosidik ke uridina difosfat) adalah perantara dalam proses ini dan terbentuk di hati. Salah satu contohnya adalah N-glukuronidasi amina aromatik, 4-aminobifenil, oleh UGT1A4 atau UGT1A9 dari hati manusia, tikus, atau mencit.

Zat-zat yang dihasilkan dari glukuronidasi dikenal sebagai "glukuronida" (atau glukuronosida) dan biasanya jauh lebih larut dalam air daripada zat-zat yang tidak mengandung asam glukuronat yang menjadi asal sintesisnya. Tubuh manusia menggunakan glukuronidasi untuk membuat berbagai macam zat lebih larut dalam air, dan dengan cara ini, memungkinkan eliminasi selanjutnya dari tubuh melalui urin atau feses (melalui empedu dari hati). Hormon diglukuronidasi untuk memudahkan transportasi ke seluruh tubuh. Farmakolog telah menghubungkan obat-obatan dengan asam glukuronat untuk memungkinkan pengiriman yang lebih efektif dari berbagai macam terapi potensial. Terkadang zat-zat toksik juga menjadi kurang toksik setelah glukuronidasi.

Konjugasi molekul xenobiotik dengan spesies molekul hidrofilik seperti asam glukuronat dikenal sebagai metabolisme fase II.

Lokasi

Glukuronidasi terutama terjadi di hati, meskipun enzim yang bertanggung jawab atas katalisisnya, yakni UDP-glukuroniltransferase, telah ditemukan di semua organ tubuh utama (misalnya usus, ginjal, otak, kelenjar adrenal, limpa, dan timus).

Faktor-faktor yang mempengaruhi secara umum

Berbagai faktor mempengaruhi laju glukuronidasi, yang pada gilirannya akan mempengaruhi klirens molekul-molekul ini dari tubuh. Secara umum, peningkatan laju glukuronidasi mengakibatkan hilangnya potensi obat atau senyawa target.


Obat-obatan yang terpengaruh

Banyak obat yang merupakan substrat untuk glukuronidasi sebagai bagian dari metabolismenya sangat terpengaruh oleh penghambat atau penginduksi jenis glukuronisiltransferase spesifiknya:


Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28992725 (2026-02-26T02:32:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.