Lompat ke isi

Natrium kalsium edetat

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 09.01 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Sodium calcium edetate

Natrium kalsium edetat (natrium kalsium EDTA), juga dikenal dengan nama edetat kalsium dinatrium, adalah obat yang digunakan untuk mengatasi keracunan timbal,[1] termasuk keracunan jangka pendek dan panjang.[2] Untuk penyakit ensefalopati timbal, obat ini biasanya digunakan bersamaan dengan dimerkaprol.[3] Obat ini tampaknya tidak bermanfaat untuk keracunan tetraetiltimbal.[4] Obat ini disuntikkan ke dalam pembuluh darah atau otot.[5]

Efek samping yang bisa muncul adalah rasa sakit di lokasi suntikan.[6] Efek samping lainnya adalah masalah pada ginjal, diare, demam, sakit di otot dan tekanan darah rendah.[7] Untuk pengguna yang sedang hamil, manfaat obat ini lebih besar daripada risikonya.[8] Natrium kalsium edetat tergolong dalam kelompok obat khelasi.[9] Obat ini terdiri dari garam edetat dengan dua atom natrium dan satu atom kalsium.[10] Obat ini mengikat sejumlah logam berat agar dapat dikeluarkan dari tubuh lewat urin.[11]

Natrium kalsium edetat mulai digunakan secara medis di Amerika Serikat pada tahun 1953.[12] Obat ini termasuk dalam Daftar Obat-Obatan Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[13] Di Amerika Serikat biayanya berkisar antara 50 hingga 100 USD.[14]

Edetat dinatrium merupakan formulasi lain yang tidak memiliki efek yang sama dengan obat ini.[15]

Kegunaan medis

Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi keracunan timbal.[16] Obat ini dapat menjadi alternatif sukimer untuk menangani kondisi tersebut.[17]

Obat ini juga dapat dipakai untuk mengatasi keracunan plutonium.[18]

Referensi

  1. WHO Model Formulary 2008. World Health Organization. 2009. hlm. X. ISBN 9789241547659.
  2. Edetate Calcium Disodium. The American Society of Health-System Pharmacists.
  3. Edetate Calcium Disodium. The American Society of Health-System Pharmacists.
  4. Edetate Calcium Disodium. The American Society of Health-System Pharmacists.
  5. WHO Model Formulary 2008. World Health Organization. 2009. hlm. X. ISBN 9789241547659.
  6. Edetate Calcium Disodium. The American Society of Health-System Pharmacists.
  7. WHO Model Formulary 2008. World Health Organization. 2009. hlm. X. ISBN 9789241547659.
  8. Edetate Calcium Disodium. The American Society of Health-System Pharmacists.
  9. Edetate Calcium Disodium. The American Society of Health-System Pharmacists.
  10. Dr A. V. Kasture. Pharmaceutical Chemistry - I. Pragati Books Pvt. Ltd. 2008. hlm. 16.11. ISBN 9788185790121.
  11. Edetate Calcium Disodium. The American Society of Health-System Pharmacists.
  12. Edetate Calcium Disodium. The American Society of Health-System Pharmacists.
  13. WHO Model List of Essential Medicines (19th List). World Health Organization. April 2015.
  14. Richart Hamilton. Tarascon Pocket Pharmacopoeia 2015 Deluxe Lab-Coat Edition. Jones & Bartlett Learning. 2015. hlm. 471. ISBN 9781284057560.
  15. Edetate Calcium Disodium. The American Society of Health-System Pharmacists.
  16. WHO Model Formulary 2008. World Health Organization. 2009. hlm. X. ISBN 9789241547659.
  17. Edetate Calcium Disodium. The American Society of Health-System Pharmacists.
  18. Robert Flanagan. Antidotes: Principles and Clinical Applications. CRC Press. 2003. hlm. 47. ISBN 9780203485071.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22631705 (2023-01-12T15:11:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.