Lompat ke isi

Baja bebas radiasi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 09.02 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Baja bebas radiasi () adalah semua baja yang diproduksi sebelum gelombang ledakan bom atom pertama pada tahun 1940-an dan 1950-an. Akibat proyek Trinity dan pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945, serta uji coba senjata nuklir pada masa-masa awal Perang Dingin, kadar radiasi latar belakang meningkat di seluruh dunia. Baja masa kini tercemar oleh radionuklida karena proses pembuatannya membutuhkan udara bebas (atmosfer). Baja bebas radiasi disebut demikian karena tidak tercemar nuklir. Baja ini dijadikan bahan alat-alat yang memerlukan sensitivitas tinggi untuk mendeteksi radionuklida.

Baja bebas radiasi rata-rata ditambang dari kapal laut yang dibangun sebelum proyek Trinity, termasuk armada kapal perang Jerman yang ditenggelamkan di Scapa Flow.[1]

Pencemaran radionuklida

Sejak 1856 hingga pertengahan abad ke-20, baja diproduksi menggunakan proses Bessemer (udara dialirkan melalui konverter Bessemer yang mengubah besi kasar menjadi baja). Pada pertengahan abad ke-20, banyak pabrik baja beralih ke pemrosesan oksigen dasar yang memakai oksigen murni alih-alih udara biasa. Namun, kedua proses ini menggunakan gas atmosfer sehingga rentan tercemar partikulat udara. Udara masa kini mengandung radionuklida seperti kobalt-60 yang kemudian bercampur dengan baja. Jejak-jejak radioaktif lemah pun dapat ditemukan di dalam baja modern.[2]

Kadar radiasi latar belakang antropogenik dunia mencapai puncaknya (0,15 mSv/tahun di atas kadar normal) pada tahun 1963, ketika Perjanjian Pelarangan Sebagian Uji Coba Nuklir mulai berlaku. Sejak saat itu, radiasi latar belakang antropogenik menurun jauh menjadi 0,005 mSv/tahun di atas kadar normal.[3]

Pencemaran radioaktif kobalt-60 beberapa kali terjadi karena baja didaur ulang melalui rantai pasokan logam bekas.[4]

Keperluan

Peralatan yang membutuhkan baja bebas radiasi adalah:

Karena fungsinya mendeteksi radiasi dari material radioaktif, alat-alat ini membutuhkan lingkungan radiasi yang sangat rendah agar sensitivitasnya optimal. Ruang pencacahan bebas radiasi terbuat dari baja jenis ini dengan pelindung radiasi yang sangat banyak. Ruangan ini digunakan untuk mendeteksi emisi nuklir terkecil.[5]

Referensi

  1. Daniel Allen Butler. Distant Victory: the Battle of Jutland and the Allied Triumph in the First World War. Praeger Security International (Greenwood Publishing Group). 2006. hlm. 229. ISBN 0-275-99073-7.
  2. Cecil Adams. Is steel from scuttled German warships valuable because it isn't contaminated with radioactivity?. The Straight Dope. December 10, 2010.
  3. United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation (UNSCEAR). Sources and Effects of Ionizing Radiation (UNSCEAR 2008 Report): Volume I. United Nations. 2010. hlm. 6. ISBN 978-92-1-142274-0.
  4. Reducing Risks in the Scrap Metal Industry – Sealed Radioactive Sources. International Atomic Energy Agency (IAEA). September 2005. hlm. 2–6.
  5. D. Jayne Aaron. Rocky Flats Plant, Emergency Medical Services Facility – HAER No. CO-83-S (Rocky Flats Plant, Building 122). U.S. Department of Energy, Office of Legacy Management. 1997.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22251951 (2022-12-06T04:15:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.