Glikosilasi
Glikosilasi adalah proses saat molekul karbohidrat melekat pada makromolekul yang pada umumnya merupakan protein dan lipid.[1]Bedasarkan lokasi pengikatan oligosakarida dan rantai samping asam amino pada protein, glikolasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu N-glikosilasi dan O-glikosilasi.[2] Dalam proses N-glikosilasi, rangkaian glikan terikat pada ujung amida residu asparagina dalam suatu motif yang terdiri dari sekuens asam amino asparagina-X-serina atau asparagina-X-treonina. Pada sekuensi ini, asam amino X dapat menjadi asam amino apa pun kecuali prolina. Proses ini terjadi sebelum pelipatan glikoprotein sehingga reaksi glikosilasi ini dapat memengaruhi struktur tersier dan stabilitas glikoprotein. Di sisi lain, O-glikosilasi tidak memiliki keterlibatan khusus terhadap motif khusus dan proses ini hanya melibatkan modifikasi residu serina dan treonina yang terjadi setelah lipatan protein.[3]
Referensi
- ↑ Borong Lin. Role of Protein Glycosylation in Host-Pathogen Interaction. Cells. 2020-04. Vol. 9 (4). hlm. 1022. doi:10.3390/cells9041022.
- ↑ Jennifer Schoberer. Analysis of Protein Glycosylation in the ER. Springer. 2018. hlm. 205–222. doi:10.1007/978-1-4939-7389-7_16. ISBN 978-1-4939-7389-7.
- ↑ Mona Goli. Chapter 8 - LC-MS/MS in glycomics and glycoproteomics analyses. Elsevier. 2021-01-01. hlm. 391–441. doi:10.1016/b978-0-12-821447-3.00005-6. ISBN 978-0-12-821447-3.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24770950 (2023-11-12T15:59:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.