Lompat ke isi

Unit Ei 1644

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 09.16 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Headquarter of Unit Ei 1644

Unit Ei 1644 () — juga dikenal sebagai Unit 1644, Detasemen Ei 1644, Detasemen Ei, Detasemen Tama,[1] Detasemen Nanking, atau Unit Ei, adalah sebuah laboratorium dan fasilitas perang biologi Jepang di bawah kendali Departemen Pemurnian Air dan Pencegahan Epidemi. Unit tersebut didirikan pada 1939 di Nanjing pada masa pendudukan Jepang sebagai unit satelit Unit 731. Unit tersebut memiliki 12 cabang dan mempekerjakan sekitar 1.500 orang.[2]

Pada Perang Tiongkok-Jepang Kedua, Unit Ei dikenal karena "memproduksi bakteria mematikan skala massal untuk dipakai sebagai senjata melawan pasukan Tiongkok dan penduduk sipil" dan "memegang bagian langsung dalam menghimpun senjata bakteriologi melawan pasukan Tiongkok dan penduduk lokal pada operasi militer pasukan Jepang," menurut pemimpinnya, Shunji Sato.[3]

Referensi

  1. Materials on the Trial of Former Servicemen of the Japanese Army Charged With Manufacturing and Employing Bacteriological Weapons. Foreign Languages Publishing House. 1950.
  2. Materials on the Trial of Former Servicemen of the Japanese Army Charged With Manufacturing and Employing Bacteriological Weapons. Foreign Languages Publishing House. 1950.
  3. Materials on the Trial of Former Servicemen of the Japanese Army Charged With Manufacturing and Employing Bacteriological Weapons. Foreign Languages Publishing House. 1950.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28091724 (2025-10-18T01:19:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.