Lompat ke isi

Litium nitrida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 13.20 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29568536; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Litium nitrida adalah senyawa dengan rumus . Senyawa ini merupakan satu-satunya nitrida logam alkali yang stabil. Padatannya berwarna merah atau ungu dan memiliki titik leleh tinggi.

Preparasi dan penanganan

Litium nitrida dibuat melalui penggabungan langsung unsur nitrium dengan gas nitrogen:

6Li+NA22LiA3N

Alih-alih membakar logam litium dalam atmosfer nitrogen, larutan litium dalam logam natrium cair dapat diberi perlakuan dengan N. Litium nitrida bereaksi hebat dengan air menghasilkan amonia:

LiA3N+3HA2O3LiOH+NHA3

Struktur dan sifat

alfa-Li3N (stabil pada suhu dan tekanan ruang) memiliki struktur kristal yang tidak biasa yang terdiri dari dua jenis lapisan, satu lapisan memiliki komposisi Li2N berisi pusat N 6-koordinasi dan lapisan lainnya hanya terdiri dari kation litium. Dua bentuk lainnya yang diketahui: beta-Litium nitrida, yang terbentuk dari fase alfa pada memiliki struktur natrium arsenida (Na3As); gamma-Litium nitrida (strukturnya sama seperti Li3Bi) terbentuk dari bentuk beta pada .

Litium nitrida menunjukkan konduktivitas ionik untuk Li+, dengan nilai c. 2×10−4Ω−1cm−1, dan energi aktivasi (intrakristal) c. 0.26eV (c. 24 kJ/mol). Doping hidrogen meningkatkan konduktivitas, sementara doping dengan ion logam (Al, Cu, Mg) mengurangi konduktivitas. Energi aktivasi untuk transfer litium melintasi kristal litium nitrida (interkristalin) telah diukur lebih tinggi pada c. 68.5 kJ/mol. Bentuk alfa merupakan semikonduktor dengan sela pita c. 2.1 eV.

Reaksi dengan hidrogen di bawah 300 °C (tekanan 0,5 MPa ) menghasilkan litium hidrida dan litium amida.

Litium nitrida telah diinvestigasi sebagai media penyimpanan gas hidrogen, karena reaksinya dapat balik pada 270 °C. Telah dicapai absorpsi hidrogen mencapai 11,5%(b/b).

Referensi

Lihat juga


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29568536 (2026-08-12T23:58:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.