Lompat ke isi

Glukuronida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 13.26 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28999601; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Glukuronida, juga dikenal sebagai glukuronosida, adalah zat apa pun yang dihasilkan dengan menghubungkan asam glukuronat ke zat lain melalui ikatan glikosidik. Glukuronida termasuk dalam kelompok glikosida.

Glukuronidasi, konversi senyawa kimia menjadi glukuronida, adalah metode yang digunakan manusia dan hewan untuk membantu ekskresi zat beracun, obat-obatan, atau zat lain yang tidak dapat digunakan sebagai sumber energi. Asam glukuronat diikat melalui ikatan glikosidik ke zat tersebut, dan glukuronida yang dihasilkan, yang memiliki kelarutan dalam air jauh lebih tinggi daripada zat aslinya, akhirnya diekskresikan oleh ginjal.

Enzim yang memecah ikatan glikosidik glukuronida disebut "glukuronidase".

Kelas-kelas glukuronida

Asil glukuronida

Asam karboksilat adalah gugus fungsional umum dalam banyak obat, seperti OAINS, antikonvulsan, dan diuretik. Salah satu jalur umum untuk pembersihan obat yang mengandung asam karboksilat adalah melalui glukuronidasi. Dengan mengkonjugasikan salah satu obat tersebut dengan glukuronida, senyawa yang dihasilkan seharusnya kurang toksik dan menunjukkan pembersihan yang cepat dari tubuh. Namun, banyak studi in vitro telah memberikan bukti yang meyakinkan untuk menunjukkan bahwa asil glukuronidasi dapat memiliki efek farmakologis yang merugikan karena aduksi protein. Dua mekanisme di mana asil glukuronida menyebabkan aduksi protein yakni transasilasi 1-O-β-glukuronida dan glikasi 3-O-β-glukuronida.

N+-glukuronida

Glukuronidasi senyawa yang mengandung nitrogen umumnya membentuk glukuronida kuaterner yang terikat amonium. Nikotin, yang mengandung cincin piridina dan cincin pirolidina, dikonjugasikan pada nitrogen piridina selama metabolisme obat. Terdapat dua enantiomer nikotin yakni S(-)-nikotin dan R(+)-nikotin. S(-)-nikotin adalah stereoisomer senyawa yang lebih umum, terutama terbentuk melalui pembakaran obat-obatan yang mengandung nikotin. S(-)-nikotin N1-glukuronida memiliki Km yang lebih rendah dan Vmax yang lebih tinggi untuk mikrosom hati daripada N(+)-nikotin N1-glukuronida, menunjukkan bahwa tubuh telah berevolusi untuk lebih menyukai penghapusan gugus N-terikat yang lebih umum.

Contoh

  • Mikuelianin (Kuersetin 3-O-glukuronida)
  • Morfin-6-glukuronida
  • Skutelarein-7-glukuronida

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28999601 (2026-02-28T14:11:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.