Lompat ke isi

Tiamin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 13.59 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Rumus bangun tiamina. Kanan: cincin thiazola Kiri: cincin pirimidina

Tiamin, vitamin B1, atau aneurin () adalah vitamin yang terlarut dalam air. Tiamina terdiri atas cincin pirimidina dan cincin thiazola (mengandung sulfur dan nitrogen) yang dihubungkan oleh jembatan metilen. Turunan fosfatnya ikut serta dalam banyak proses sel. Tiamina disintesis dalam bakteri, fungi dan tanaman.[1]

Hewan harus memenuhi keperluan tiamin dari makanan. Asupan yang tidak cukup menyebabkan penyakit beri-beri,[2] yang memengaruhi sistem saraf tepi dan sistem kardiovaskular.[3] Kekurangan vitamin B1 juga dapat menyebabkan sindrom Wernicke-Korsakoff.[4]

Tiamin berperan sangat vital agar otak dapat bekerja dengan normal.[5] Sebuah senyawa turunan tiamin yang disebut benfotiamina, dengan efektif, mengurangi plak amiloid dan fosforilasi protein tau pada area kortikal otak tikus dan menekan aktivitas enzim glikogen sintase kinase 3. Penelitian ini sangat mirip dengan kondisi penderita Alzheimer in vivo.[6] Senyawa turunan yang lain semisal tiamina pirofosfat, merupakan koenzim pada siklus asam sitrat yaitu pada kompleks piruvat dehidrogenase dan kompleks α-ketoglutarat dehidrogenase.

Pada manusia

Kebutuhan vitamin B1 pada manusia skitar 1-1,5 mg/3000 kal.[7] Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan beri-beri[8] dan sindrom Wernicke-Korsakoff.[9]

Makanan sumber

"Vitamin B1" dapat ditemukan diantaranya pada telur, biji-bijian, liver (hati), gandum, ragi dan kentang.[10]

Pranala luar

Referensi

  1. Gayan Abeysinghe. Fungal mycelia and bacterial thiamine establish a mutualistic growth mechanism. Life Science Alliance. 2020-12-01. Vol. 3 (12). doi:10.26508/lsa.202000878.
  2. Kimberly D. Wiley. Vitamin B1 (Thiamine) Deficiency. StatPearls Publishing. 2025.
  3. Ahmed A. Shible. Dry Beriberi Due to Thiamine Deficiency Associated with Peripheral Neuropathy and Wernicke’s Encephalopathy Mimicking Guillain-Barré syndrome: A Case Report and Review of the Literature. American Journal of Case Reports. 2019-03-13. Vol. 20. hlm. 330–334. doi:10.12659/AJCR.914051.
  4. Wernicke-Korsakoff Syndrome: Causes, Symptoms & Treatment. Cleveland Clinic.
  5. George J Siegel, Bernard W Agranoff, R Wayne Albers, Stephen K Fisher, dan Michael D Uhler. Basic Neurochemistry - Molecular, Cellular and Medical Aspects : Nutrition and Functional Neurochemistry. Edward Hines Jr Veterans Affairs Hospital, Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, University of Michigan, National Institute of Neurological Disorders and Stroke, National Institutes of Health, Mental Health Research Institute. Lippincott-Raven. 1999. ISBN 0-397-51820-X.
  6. Powerful beneficial effects of benfotiamine on cognitive impairment and beta-amyloid deposition in amyloid precursor protein/presenilin-1 transgenic mice. Department of Neurology, Zhongshan Hospital & Shanghai Medical College, State Key Laboratory of Medical Neurobiology, Fudan University; Pan X, Gong N, Zhao J, Yu Z, Gu F, Chen J, Sun X, Zhao L, Yu M, Xu Z, Dong W, Qin Y, Fei G, Zhong C, Xu TL.
  7. Małgorzata Mrowicka. The importance of thiamine (vitamin B1) in humans. Bioscience Reports. 2023-10-31. Vol. 43 (10). doi:10.1042/BSR20230374.
  8. Kimberly D. Wiley. Vitamin B1 (Thiamine) Deficiency. StatPearls Publishing. 2025.
  9. Wernicke-Korsakoff Syndrome: Causes, Symptoms & Treatment. Cleveland Clinic.
  10. T. Baj. Chapter 13 - Vitamins. Academic Press. 2017-01-01. hlm. 281–292. doi:10.1016/b978-0-12-802104-0.00013-5. ISBN 978-0-12-802104-0.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29151382 (2026-04-21T18:51:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.