Lompat ke isi

Kromium(II) oksida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 14.09 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
NaCl polyhedra

Kromium(II) oksida adalah sebuah senyawa anorganik dari kromium dan oksigen dengan rumus kimia CrO.[1] Senyawa ini memiliki wujud bubuk berwarna hitam yang mengkristal dalam struktur garam batu.[2] Hipofosfit dapat mereduksi kromium(III) oksida menjadi kromium(II) oksida:

H3PO2 + 2 Cr2O3 → 4 CrO + H3PO4

Senyawa ini mudah teroksidasi oleh atmosfer. CrO bersifat basa, sedangkan bersifat asam, dan bersifat amfoter.[3]

CrO muncul dalam spektrum nova merah terang, yang terjadi saat dua bintang bertabrakan. Tidak diketahui mengapa nova merah adalah satu-satunya objek yang memiliki molekul ini; satu kemungkinan penjelasannya adalah proses nukleosintesis yang belum diketahui.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. Satish. Anand, Raj. Kumar. Dictionary of Inorganic Chemistry. Anmol Publications. 1989. ISBN 978-81-7041-236-6.
  2. Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) Inorganic Chemistry, Elsevier
  3. Chemistry 7th edition, by Raymond Chang page 645 (problem 15.100)
  4. T. Kamiński. Post-outburst spectra of a stellar-merger remnant of V1309 Scorpii: From a twin of V838 Monocerotis to a clone of V4332 Sagittarii. Astronomy & Astrophysics. 2015. Vol. 580. hlm. A34. doi:10.1051/0004-6361/201526212.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27514720 (2025-07-09T00:49:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.