Lompat ke isi

Karbon diatomik

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 17.54 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28378497; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Karbon diatomik adalah bahan kimia anorganik bewarna hijau berbentuk gas, dan terbentuk dari dua atom karbon (rumus kimia : C=C atau dua atom C). Karbon diatomik tidak stabil secara kinestetik dikarenakan suhu dan tekanan sekitar. Karbon diatomik umumnya terjadi dalam uang karbon seperti, dalam busur listrik ; komet, atmosfer bintang dan medium antarbintang ; api hidrokarbon biru.

Properti

Dalam sebuah makalah dikatakan bahwa komponen karbon diatomik berkisar 28% dalam terapannya. Akan tetapi, secara teoretis bergantung pada suhu dan tekanan. Elektron dalam karbon diatomik didistribusikan di antara orbital molekul sesuai dengan prinsip Aufbau untuk menghasilkan keadaan kuantum yang unik, dengan tingkat energi yang sesuai. Keadaan dengan tingkat energi terendah, atau keadaan dasar, adalah keadaan singlet yang secara yang secara sistematis dinamai etena-1,2-diilidena atau dikarbon (0-) Terdapat beberapa keadaan singlet dan triplet tereksitasi yang relatif dekat energinya dengan keadaan dasar, yang membentuk proporsi yang signifikan dari sampel dikarbon bergantung pada kondisi sekitar.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28378497 (2025-11-08T00:38:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.