Lompat ke isi

Faktor pertumbuhan epidermal

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 18.02 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Faktor pertumbuhan epidermal () adalah protein yang diturunkan dari keping darah selain PDGF dan TGF.[1] Penemuan EGF oleh Stanley Cohen dari Unversitas Vanderbilt memenangkan hadiah Nobel di bidang Fisiologi dan Pengobatan pada tahun 1986.[2]

EGF mempunyai panjang 53 AA dan bersifat mitogenik oleh karena tiga gugus disulfida yang menghubungkan Cys6-Cys20, Cys14-Cys31, dan Cys33-Cys42; serta gugus asam amino ke 13 (Tyr), 41 (Arg), dan 47 (Leu), yang berperan dalam berbagai sistem tubuh seperti proliferasi sel, onkogenesis dan penyembuhan luka.[3]

Referensi

  1. Hepatic Stellate Cell in Fibrosis: Stellate Cell Activation. Division of Liver Diseases, Mount Sinai School of Medicine; Scott L. Friedman.
  2. The Nobel Prize in Physiology or Medicine 1986. The Official Web Site of the Nobel Prize.
  3. Humoral Immunity. CABM Structural Bioinformatics Laboratory; Gaetano T. Montelione.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25812498 (2024-06-09T18:10:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.