Lompat ke isi

Asam aminokaproat

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 18.08 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Aminocaproic-acid-from-xtal-3D-bs-17

Asam aminokaproat (juga dikenal sebagai asam ε-aminokaproat, ε-Ahx, atau asam 6-aminoheksanoat) adalah turunan dan analog dari asam amino lisin, yang menjadikannya penghambat efektif untuk enzim yang mengikat residu tertentu. Enzim tersebut meliputi enzim proteolitik seperti plasmin, enzim yang bertanggung jawab untuk fibrinolisis. Karena alasan ini, asam aminokaproat efektif dalam pengobatan gangguan pendarahan tertentu.[1] Asam aminokaproat juga merupakan zat antara dalam polimerisasi Nilon-6, yang dibentuk oleh hidrolisis pembukaan cincin kaprolaktam. Penentuan struktur kristal menunjukkan bahwa asam 6-aminoheksanoat hadir sebagai garam, setidaknya dalam keadaan padat.[2]

Kegunaan dalam medis

Asam aminokaproat disetujui FDA untuk digunakan dalam pengobatan perdarahan akut karena aktivitas fibrinolitik yang meningkat.[3] Obat ini juga mendapat sebutan obat piatu dari FDA untuk pencegahan perdarahan berulang pada pasien dengan hifema traumatis.[4][5] Dalam praktik klinis, asam aminokaproat sering digunakan di luar label untuk mengendalikan perdarahan pada pasien dengan trombositopenia berat,[6] pengendalian perdarahan oral pada pasien dengan kelainan kongenital dan gangguan koagulasi yang didapat,[7] mengendalikan perdarahan perioperatif yang berhubungan dengan operasi jantung,[8][9] mencegah perdarahan berlebihan pada pasien yang menjalani terapi antikoagulasi yang menjalani prosedur gigi invasif,[10] dan mengurangi risiko perdarahan hebat pada pasien dengan leukemia promielositik akut.[11]

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. Amicar- aminocaproic acid solution Amicar- aminocaproic acid tablet. DailyMed. 9 October 2020.
  2. CCDC 777717: Experimental Crystal Structure Determination. Cambridge Crystallographic Data Centre. 2011. doi:10.5517/ccv38nv.
  3. Amicar- aminocaproic acid solution Amicar- aminocaproic acid tablet. DailyMed. 9 October 2020.
  4. Aminocaproic acid Orphan Drug Designations and Approvals. U.S. Food and Drug Administration (FDA). 6 January 1995.
  5. Topical aminocaproic acid in the treatment of traumatic hyphema. Archives of Ophthalmology. September 1997. Vol. 115 (9). hlm. 1106–1112. doi:10.1001/archopht.1997.01100160276001.
  6. Control of bleeding in patients with immune and nonimmune thrombocytopenia with aminocaproic acid. Archives of Internal Medicine. September 1989. Vol. 149 (9). hlm. 1959–1961. doi:10.1001/archinte.1989.00390090039008.
  7. Epsilon aminocaproic acid in hemophiliacs undergoing dental extractions: a concise review. Oral Surgery, Oral Medicine, and Oral Pathology. February 1981. Vol. 51 (2). hlm. 115–120. doi:10.1016/0030-4220(81)90025-6.
  8. Epsilon aminocaproic acid reduces blood transfusion and improves the coagulation test after pediatric open-heart surgery: a meta-analysis of 5 clinical trials. International Journal of Clinical and Experimental Pathology. 1 January 2015. Vol. 8 (7). hlm. 7978–7987.
  9. Antifibrinolytic therapy in cardiac surgery. Texas Heart Institute Journal. 1 January 1995. Vol. 22 (3). hlm. 211–215.
  10. Hemostatic mouthwashes in anticoagulated patients undergoing dental extraction. The Annals of Pharmacotherapy. December 2006. Vol. 40 (12). hlm. 2205–2210. doi:10.1345/aph.1H295.
  11. Acute promyelocytic leukaemia and acquired alpha-2-plasmin inhibitor deficiency: a retrospective look at the use of epsilon-aminocaproic acid (Amicar) in 30 patients. Hematological Oncology. December 2008. Vol. 26 (4). hlm. 241–246. doi:10.1002/hon.867.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26423916 (2024-10-15T14:25:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.