Lompat ke isi

Pentagastrin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 18.10 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Pentagastrin

Pentagastrin adalah polipeptida sintetis yang memiliki efek seperti gastrin ketika diberikan secara parenteral.[1] Polipeptida ini merangsang sekresi asam lambung, pepsin, dan faktor intrinsik, serta telah digunakan sebagai alat bantu diagnostik seperti uji kalsitonin terstimulasi pentagastrin.

Pentagastrin mengikat reseptor kolesistokinin B, yang diekspresikan secara luas di otak. Aktivasi reseptor ini mengaktifkan sistem pembawa pesan kedua fosfolipase C. Jika diberikan secara intravena, dapat menyebabkan serangan panik.[2]

Tes stimulasi pentagastrin

Tes kalsitonin

Tes kalsitonin terstimulasi pentagastrin adalah tes diagnostik untuk karsinoma meduler tiroid (MTC). MTC adalah keganasan sel-sel penghasil kalsitonin pada kelenjar tiroid, sehingga MTC umumnya dikaitkan dengan peningkatan kadar kalsitonin, tetapi peningkatan kadar tersebut mungkin tidak selalu terlihat jelas. Tes kalsitonin terstimulasi pentagastrin berguna dalam kasus dugaan MTC yang tidak berhubungan dengan peningkatan kalsitonin. Pada pasien ini, penyuntikan pentagastrin akan menyebabkan kadar kalsitonin meningkat secara signifikan di atas kisaran normal atau basal.[3] Setelah tiroidektomi total untuk karsinoma tiroid meduler, pelepasan kalsitonin terstimulasi pentagastrin dapat digunakan untuk mendeteksi sel C parafolikel residual.

Referensi

  1. The effect of pentagastrin (I.C.I. 50, 123) on peptic secretion in man. The Journal of Physiology. April 1979. Vol. 289. hlm. 9–16. doi:10.1113/jphysiol.1979.sp012721.
  2. Pentagastrin induced panic attacks: enhanced sensitivity in panic disorder patients. Psychopharmacology. April 1994. Vol. 114 (3). hlm. 449–55. doi:10.1007/bf02249335.
  3. Pentagastrin stimulation test and early diagnosis of medullary thyroid carcinoma using an immunoradiometric assay of calcitonin: comparison with genetic screening in hereditary medullary thyroid carcinoma. The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism. January 1994. Vol. 78 (1). hlm. 114–20. doi:10.1210/jcem.78.1.7904611.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29575815 (2026-08-14T08:19:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.