Lompat ke isi

Fitoremediasi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 18.11 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Fitoremediasi (dari φυτο Yunani Kuno (nabati, tanaman), dan Latin remedium (memulihkan keseimbangan atau perbaikan) menggambarkan pengobatan masalah lingkungan (bioremediasi) melalui penggunaan tanaman yang mengurangi masalah lingkungan tanpa perlu menggali bahan kontaminan dan membuangnya di tempat lain. Fitoremediasi juga dapat diartikan sebagai pembersihan polutan yang dilakukan oleh tumbuhan, dapat berupa pohon, rumput-rumputan, serta tumbuhan air.[1]

Fitoremediasi terdiri atas berbagai macam mekanisme, seperti fitoekstraksi, fitodegradasi, fitostabilisasi, fitostimulasi, fitovolatilisasi, dan rhizofiltrasi.[2]

Fitoremediasi diaplikasikan pada lingkungan dengan konsentrasi polutan dalam yang terkontaminasi baik di darat, air, atau udara. Kontaminan atau polutan dapat berupa unsur kimia berbahaya yang mengganggu keseimbangan lingkungan.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. NURIL Hidayati. Fitoremediasi dan Potensi Tumbuhan Hiperakumulator. HAYATI Journal of Biosciences. 2005-03-01. Vol. 12 (1). hlm. 35–40. doi:10.1016/S1978-3019(16)30321-7.
  2. Sridhar Susarla. Phytoremediation: An ecological solution to organic chemical contamination. Ecological Engineering. 2002-06. Vol. 18 (5). hlm. 647–658. doi:10.1016/S0925-8574(02)00026-5.
  3. NURIL Hidayati. Fitoremediasi dan Potensi Tumbuhan Hiperakumulator. HAYATI Journal of Biosciences. 2005-03-01. Vol. 12 (1). hlm. 35–40. doi:10.1016/S1978-3019(16)30321-7.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28543620 (2025-11-19T00:21:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.