Perlit

Perlit adalah kaca vulkanis nirbentuk yang relatif banyak mengandung air. Perlit umumnya terbentuk dari hidrasi batuan obsidian. Perlit tercipta secara alamiah dan memiliki sifat dapat membesar ketika dipanaskan secukupnya. Bahan ini merupakan mineral industri dan produk yang diperjualbelikan dengan keutamaan kepadatannya yang rendah setelah diolah.[1]
Telaah kandungan
- 70–75% silikon dioksida: SiO2
- 12–15% aluminium oksida: Al2O3
- 3–4% natrium oksida: Na2O
- 3–5% kalium oksida: K2O
- 0.5-2% ferioksida: Fe2O3
- 0.2–0.7% magnesium oksida: MgO
- 0.5–1.5% kalsium oksida: CaO
- 3–5% hilang pada saat pengapian (kimia/air)[2]
Referensi
- ↑ Arianit A. Reka. Chemical, mineralogical and structural features of native and expanded perlite from Macedonia. Geologia Croatica. 24 October 2019. Vol. 72 (3). hlm. 215–221–215–221. doi:10.4154/gc.2019.18.
- ↑ Md Arifuzzaman and H. S. Kim, "Prediction and evaluation of density and volume fractions for the novel perlite composite affected by internal structure formation", Construction and Building Materials, Vol 141, 2017, 201–215.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28061547 (2025-10-17T10:00:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.