Lompat ke isi

Utako Okamoto

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 18.14 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
岡本歌子 for Wikidata

adalah seorang dokter asal Jepang yang bekerja sebagai ilmuwan biomedis. Ia menemukan asam traneksamat pada tahun 1950-an dalam usahanya mencari obat yang dapat meredakan pendarahan pascapersalinan.[1] Setelah menerbitkan hasil risetnya pada tahun 1962, ia menjadi profesor di Universitas Kobe Gakuin dari tahun 1966 hingga tahun 1990.[2]

Semasa hidupnya, ia tidak sempat untuk meyakinkan para ahli obstetri di Kobe untuk menguji agen antifibrinolitik yang pada tahun 2009 termasuk dalam daftar obat-obatan esensial Organisasi Kesehatan Dunia. Pada tahun 2010, Okamoto telah menyaksikan studi awal asam traneksamat terhadap 20.000 perempuan yang mengalami pendarahan pascapersalinan.[3] Namun, ia meninggal sebelum studi tersebut rampung pada 2016 dan publikasi mengenai pencegahan kefatalan asam traneksamat yang ia prakirakan diterbitkan pada 2017.

Pendidikan

Okamoto mulai menjalankan studi kedokteran gigi di tahun 1936. Tidak lama kemudian, ia beralih ke kedokteran umum Tokyo Women's Medical University dan lulus pada Desember 1941.[4]

Karier

Okamoto merintis kariernya sebagai asisten peneliti di Tokyo Women''s Medical University dengan fokus penelitian cerebellum[5] di bawah pengawasan neurofisiologis yang "menciptakan lebih banyak kesempatan bagi [perempuan] yang pada masa itu masih sedikit".[6]

Pasca-Perang Dunia II dan Perang Tiongkok–Jepang Kedua tahun 1945, ia pindah ke Universitas Keio di Tokyo.[7] Sumber daya yang terbatas pada masa itu membuat ia dan suaminya, Shosuke Okamoto, untuk meneliti darah karena biaya yang dibutuhkan relatif rendah.[8] Mereka bertujuan untuk menemukan pengobatan yang dapat menghentikan pendarahan pascapersalinan. Dimulai dari mempelajari epsilon-asam aminokaproat (EACA), mereka kemudian mendalami zat kimiawi terkait, 1-(aminometil)-sikloheksana-4-asam karboksilat (AMCHA) yang juga dikenal sebagai asam traneksamat. Keduanya mengungkapkan bahwa asam traneksamat 27 kali lipat lebih ampuh, sehingga dapat menciptakan agen hemostatik. Mereka memublikasikan hasil riset tersebut dalam Jurnal Kedokteran Keio pada 1962.[9]

Pada tahun 1966. Okamoto menerima tawaran jabatan profesor di Universitas Kobe Gakuin. Ia bersama suaminya yang juga bekerja di Kobe mendirikan Komite Proyek Trombosis dan Hemostasis. Okamoto pensiun dari pekerjaannya sebagai profesor universitas pada tahun 1990. Setelah kematian sang suami pada tahun 2004, ia memimpin komite hingga tahun 2014. Ia gagal meyakinkan ahli obstetri untuk menguji coba obat temuannya pada perdarahan pascapersalinan.[10]

Pencapaian

Nilai asam traneksamat tidak dianggap selama beberapa tahun, sampai tahun 2009 ketika daftar obat-obatan esensial Organisasi Kesehatan Dunia menetapkannya sebagai obat untuk digunakan dalam operasi jantung.[11]

Pada tahun 2010, uji acak terkendali massal terhadap pasien dengan trauma menunjukkan hasil positif yang drastis bila diberikan dalam kurun waktu tiga jam setelah luka timbul.[12]

Hambatan

Dominasi laki-laki di Jepang mengharuskan Okamoto untuk melawan seksisme. Pada awal kariernya, ia memiliki seorang supervisor yang bersimpati terhadap perempuan di bidang sains.[13]

Ia dan seorang rekannya pernah diminta untuk meninggalkan konferensi pediatri dengan alasan acara tersebut bukan untuk "perempuan dan anak-anak" (onna kodomo),[14] sebuah istilah yang diakuinya tidak pernah ia dengar sebelumnya. Setelah Okamoto menyelesaikan presentasi penelitiannya yang pertama, para audiens pria mencemoohnya dengan bertanya jika Okamoto akan menari untuk mereka.[15]

Referensi

  1. Geoff Watts. Utako Okamoto. The Lancet. 2016-06-04. Vol. 387 (10035). hlm. 2286. doi:10.1016/S0140-6736(16)30697-3.
  2. Utako Okamoto. 血栓止血研究プロジェクト.
  3. TXA Celebrating Women in Science – TXA Central.
  4. Geoff Watts. Utako Okamoto. The Lancet. 2016-06-04. Vol. 387 (10035). hlm. 2286. doi:10.1016/S0140-6736(16)30697-3.
  5. Geoff Watts. Utako Okamoto. The Lancet. 2016-06-04. Vol. 387 (10035). hlm. 2286. doi:10.1016/S0140-6736(16)30697-3.
  6. The Lancet. Bringing women to the forefront of science and medicine. The Lancet. 2012-03-10. Vol. 379 (9819). hlm. 867. doi:10.1016/S0140-6736(12)60286-4.
  7. Geoff Watts. Utako Okamoto. The Lancet. 2016-06-04. Vol. 387 (10035). hlm. 2286. doi:10.1016/S0140-6736(16)30697-3.
  8. Geoff Watts. Utako Okamoto. The Lancet. 2016-06-04. Vol. 387 (10035). hlm. 2286. doi:10.1016/S0140-6736(16)30697-3.
  9. Shosuke Okamoto. Amino-Methyl-Cyclohexane-Carboxylic Acid: Amcha. The Keio Journal of Medicine. 1962. Vol. 11 (3). hlm. 105–115. doi:10.2302/kjm.11.105.
  10. Geoff Watts. Utako Okamoto. The Lancet. 2016-06-04. Vol. 387 (10035). hlm. 2286. doi:10.1016/S0140-6736(16)30697-3.
  11. Paul Carless. PROPOSAL FOR THE INCLUSION OF TRANEXAMIC ACID (ANTI-FIBRINOLYTIC – LYSINE ANALOGUE) IN THE WHO MODEL LIST OF ESSENTIAL MEDICINES. WHO. 2008-11-25. hlm. 35.
  12. Drug will save lives of accident victims, says study. BBC News. 2010-06-14.
  13. Geoff Watts. Utako Okamoto. The Lancet. 2016-06-04. Vol. 387 (10035). hlm. 2286. doi:10.1016/S0140-6736(16)30697-3.
  14. Geoff Watts. Utako Okamoto. The Lancet. 2016-06-04. Vol. 387 (10035). hlm. 2286. doi:10.1016/S0140-6736(16)30697-3.
  15. The Lancet. Bringing women to the forefront of science and medicine. The Lancet. 2012-03-10. Vol. 379 (9819). hlm. 867. doi:10.1016/S0140-6736(12)60286-4.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28093171 (2025-10-18T01:51:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.