Lompat ke isi

Kesejukan angin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 18.17 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Windchill chart

Kesejukan angin () atau populer dengan sebutan faktor kesejukan angin () adalah suhu udara yang dirasakan lebih dingin daripada suhu yang terukur oleh termometer ketika angin berhembus menerpa kulit yang terbuka. Makin kencang angin bertiup, makin dingin udara terasa oleh tubuh manusia. Rasa dingin yang dirasakan tubuh manusia bergantung pada sejumlah faktor, termasuk jenis pakaian, jumlah sinar matahari yang menerpa tubuh, dan luas bidang kulit yang terbuka.

Rumus pertama kesejukan angin diciptakan oleh Paul Allman Siple dan Charles F. Passel yang bekerja di Antartika sebelum Perang Dunia II. Rumus ini kemudian diadopsi oleh Dinas Cuaca Nasional Amerika Serikat pada tahun 1973, dan dipakai hingga diganti dengan rumus baru pada 1 November 2001. Siple dan Passel menghitung waktu yang dibutuhkan untuk membekukan 250 gram air dalam silinder plastik yang diletakkan di luar di tengah terpaan angin.[1]

Referensi

  1. John E. Oliver. Encyclopedia of World Climatology. Springer. 2005. hlm. 805. ISBN 1402032641.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29298959 (2026-05-31T19:19:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.