Lompat ke isi

Pemutihan karang

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 22.23 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29410147; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Pemutihan karang adalah proses karang menjadi putih karena berbagai macam penyebab, seperti perubahan suhu, iklim, cahaya, dan nutrisi. Pemutihan terjadi ketika polip melepaskan (sering juga disebut dengan algae) yang biasanya hidup di dalam tisu-tisu karang, menyebabkan karang memutih. Zooxanthellae dapat berfotosintesis dan menyebabkan suhu air meningkat, sehingga mereka dapat memproduksi spesi oksigen reaktif. Hal ini beracun bagi koral, sehingga koral melepaskan zooxanthellae. Tisu koral menjadi transparan dan menampakkan warna tulang koral yang dibentuk oleh kalsium karbonat karena mereka melepaskan zooxanthellae yang dapat mewarnai koral. Karang yang memutih umumnya tampak berwarna putih, tetapi terkadang juga berwarna biru, kuning, atau merah muda karena protein pada pigmen di dalam koral.

Faktor yang paling berpengaruh adalah meningkatnya suhu laut akibat dari perubahan iklim.. Perubahan sebesar 1 °C dapat mengakibatkan fenomena pemutihan karang. Menurut Program Lingkungan PBB, antara tahun 2014 hingga 2016, pemutihan karang secara global membunuh koral dengan jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada tahun 2016, pemutihan karang di Great Barrier Reef membunuh sekitar 29 hingga 50 persen dari terumbu karang disana. Pada tahun 2017, pemutihan merambah hingga ke bagian tengah terumbu karang. Rata-rata pemutihan telah berkurang setengah sejak 1980 hingga 2016. Terumbu karang yang paling tahan terhadap fenomena ini dapat dijumpai di bagian selatan Persia/Semenanjung Arab. Beberapa dari karang disana hanya akan memutih pada temperatur diatas ~35 °C.

Karang yang terdampak pemutihan tetap bisa hidup, tetapi karang-karang tersebut lebih rentan terserang penyakit dan kekurangan makanan. Zooxanthellae memberikan hingga 90 persen energi pada karang, sehingga karang akan kekurangan nutrisi ketika mereka melepaskan zooxanthellae. Beberapa karang akan kembali seperti semula (berwarna) ketika kondisi kembali normal, dan beberapa karang dapat berfotosintesis. Meskipun begitu, karang yang kekurangan zooxanthellae tidak dapat berfotosintesis.

Pemicu

Pemutihan karang bisa terjadi karena berbagai faktor. Akibat dari meningkatnya konsentrasi karbon dioksida, karang bisa saja menjadi lebih jarang ditemukan di sistem terumbu karang. Terumbu karang yang berada di perairan dangkal, suhu hangat, dan aliran air pelan lebih mudah terdampak dibandingkan dengan terumbu karang yang berada di kawasan dengan aliran air deras.


Dampak

  • Matinya karang: Pemutihan terumbu karang akan menyebabkan karang tidak mampu beregenerasi dan akhirnya mati. Terumbu karang menjadi salah satu penunjang ekosistem pesisir, dan jika terjadi kerusakan terumbu karang maka akan terjadi pula kerusakan ekosistem di lingkungan pesisir. Manusia menjadi penerima dampak jika terumbu karang rusak.
  • Menurunnya potensi pariwisata: Terumbu karang yang berwarna juga memberikan potensi bagi kegiatan pariwisata bagi masyarakat yang ada di lingkungan pesisir pantai. Saat terumbu karang tidak lagi berwarna, maka hilang juga keindahan terumbu karang.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29410147 (2026-07-02T06:06:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.