Lompat ke isi

Nuphar japonica

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 22.26 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29233336; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Nuphar japonica, yang dikenal sebagai teratai kuning Asia Timur, adalah tumbuhan herba menahun, akuatik, dan berimpang dalam keluarga Nymphaeaceae yang berasal dari Jepang, Korea, dan Rusia.

Nuphar japonica merupakan satu dari tiga spesies dalam genus Nuphar yang tersebar di lokasi geografis yang sama di Cekungan Saijo, sebuah wilayah di Prefektur Hiroshima, Jepang.


Deskripsi

Karakteristik vegetatif

Nuphar japonica adalah tumbuhan herba menahun, akuatik, dan berimpang dengan rimpang setebal 1–3 cm. Daunnya terendam, mengapung, atau muncul ke permukaan air. Helaian daun berukuran panjang 12–35 cm dan lebar 6–18 cm. Tangkai daun yang bulat (terete) memiliki lebar 3–10(–14) mm.

Karakteristik generatif

Bunga berwarna kuning hingga merah, soliter, dengan lebar 4–5 cm, serta memiliki tangkai bunga (pedunkulus) yang panjang dan silindris. Bunga ini memiliki lima sepal dan 10–18 kelopak bunga. Gineosium terdiri dari 15–16 karpel. Buahnya berbentuk bulat telur (urseolat), berwarna hijau, berleher panjang, dengan panjang 2–3,5 cm dan lebar 1,6–2,3 cm, yang mengandung biji berbentuk bulat telur.

Sitologi

Jumlah kromosom adalah 2n = 34.

Taksonomi

Spesies ini diterbitkan oleh Augustin Pyramus de Candolle pada tahun 1821. Spesies ini ditempatkan dalam seksi Nuphar sect. Nuphar.

Hibrida alami

Nuphar × saijoensis (Shimoda) Padgett adalah hibrida alami antara Nuphar japonica dan Nuphar pumila.

Etimologi

Epitet spesifik japonica berarti "dari Jepang".

Fitokimia

N. japonica mengandung alkaloid nupharidin, 1-desoxynupharidin, nupharamine, serta metil dan etil ester dari nupharamine. Buahnya juga mengandung alkaloid (0,06%) berupa nupharine, beta-nupharidin, dan desoxynupharidin. Di dalam rimpang ditemukan steroid sitosterol, asam alkaloid, asam lemak tinggi (asam palmitat, asam oleat), dan elagitanin nupharin A, B, C, D, E, dan F.

Ekologi

Habitat

Tumbuhan ini ditemukan di danau, kolam, dan sungai.

Kegunaan

Tumbuhan ini dibudidayakan sebagai tanaman hias di akuarium, serta di kolam.

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29233336 (2026-05-16T01:08:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.