Lompat ke isi

Bioretensi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 22.33 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28948386; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Bioretensi merupakan proses penghilangan kontaminan dan sedimen dari limpasan air hujan. Tujuan utama dari sel bioretensi adalah meredam puncak limpasan serta menghilangkan polutan yang terbawa oleh aliran permukaan. Bioretensi berupa cekungan lanskap yang dirancang untuk mengolah limpasan air hujan di lokasi dari permukaan kedap air seperti atap, jalan, trotoar, area parkir, dan halaman dengan tanah padat. Sistem ini berfungsi menampung air hujan dan menyaringnya melalui campuran tanah, pasir, dan atau kerikil.

Konstruksi area bioretensi

Bioretensi merupakan suatu pendekatan pengelolaan limpasan air hujan yang memanfaatkan zona perlakuan berlapis untuk meningkatkan kualitas air dan mengurangi volume aliran permukaan. Dalam sistem ini limpasan dialirkan menuju area yang dibangun dengan lapisan pasir sebagai zona transisi menuju tanah, media penyaring berlapis dengan komposisi material yang beragam, serta vegetasi yang ditempatkan di bagian atas. Sejumlah bahan tambahan termasuk residu pengolahan air, sabut kelapa, dan bioarang, telah digunakan dalam berbagai penelitian dan diterapkan untuk meningkatkan kapasitas penghilangan polutan. Pada tahap awal masuknya limpasan, lapisan pasir berfungsi menurunkan kecepatan aliran dan mendistribusikannya secara merata ke area genangan, dan mengarahkannya menuju lapisan organik permukaan atau penutup tanah beserta tanah tanam. Air yang tertahan di dalam tanah tanam kemudian meresap perlahan ke tanah bawah dalam rentang waktu beberapa hari.

Mekanisme

Istilah bioretensi merujuk pada peranan biomassa dalam media perlakuan, termasuk vegetasi dan komunitas bakteri, yang berpartisipasi dalam proses penahanan, penyerapan, penguraian, dan siklus daur ulang kontaminan. Proses biologis tersebut memungkinkan konversi polutan menjadi bentuk dengan tingkat dampak lebih rendah sebelum mencapai badan air hilir. Komunitas mikroba dalam matriks tanah beradaptasi terhadap beban polutan sekitar, sehingga meningkatkan efisiensi pengolahan jangka panjang. Mekanisme utama pengolahan polutan dalam bioretensi meliputi penyaringan, adsorpsi, transformasi kimia, dan degradasi biologis. Filtrasi menghilangkan padatan tersuspensi, adsorpsi mengikat polutan terlarut pada partikel tanah atau bahan organik, sementara transformasi kimia dan proses biologis bekerja secara simultan dalam menurunkan konsentrasi nutrien serta menguraikan hidrokarbon dan patogen. Kandungan tanah liat dalam tanah tanam menyediakan situs adsorpsi bagi hidrokarbon, logam berat, nutrien, dan polutan lain, sedangkan pori-pori tanah menyediakan ruang penyimpanan air yang dapat dimanfaatkan vegetasi.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28948386 (2026-02-10T13:33:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.