Lompat ke isi

Karantin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 22.50 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29504430; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Karantin adalah zat kimia yang diperoleh dari pare (Momordica charantia), yang dikenal memberi sifat hipoglikemik tumbuhan tersebut. Zat ini diidentifikasi oleh Lolitkar dan Rao pada tahun 1960. Zat ini juga ditemukan pada spesies Afrika yang berkerabat, yakni Momordica foetida, oleh A. Olaniyi pada tahun 1975, dengan nama foetidin.

Karantin sebenarnya merupakan campuran 1:1 dari dua saponin steroid, yakni β-sitosteril glukosida () dan 5,22-stigmasteril glukosida (). Ini merupakan zat kristal berwarna keputihan, netral dan tidak berasa, meleleh pada suhu 266–268 °C. Zat ini sedikit larut dalam air atau pelarut polar tinggi lainnya, serta dalam pelarut nonpolar seperti heksana, tetapi larut dalam dietil eter, etanol, dan metanol, dan dapat diekstraksi secara efisien dari tumbuhan dengan etanol atau aseton bertekanan pada suhu 100 °C.

Nama "karantin" juga telah digunakan oleh A. Parkash dan lainnya untuk senyawa yang berbeda, yaitu peptida dengan massa molekul 9,7 kDa, yang juga diisolasi dari biji pare.

Lihat juga

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29504430 (2026-07-29T11:11:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.