Lompat ke isi

Dispersi samudra

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 23.10 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dispersi samudra adalah sejenis penyebaran biologis yang terjadi ketika organisme darat berpindah dari satu massa daratan ke massa daratan lainnya dengan menyebrangi laut. Jelajah pulau (island hopping) adalah penyebrangan laut oleh serangkaian penyebrangan-penyebrangan kecil melalui pulau-pulau, alih-alih satu penyebrangan tunggal ke tempat tujuan. Umumnya, hal ini terjadi melalui rakit vegetasi mengambang besar seperti yang tampak mengambang di sungai-sungai besar di wilayah tropis, mengarah ke laut, umumnya membawa hewan-hewan yang terjebak.[1] Dispersi melalui rakit semacam itu terkadang dikenal sebagai rafting event.[2] Kolonisasi massa daratan oleh tumbuhan juga terjadi melalui dispersi samudra jarak jauh oleh biij-biji terapung.[3]

Salah satu contoh dari peristiwa ini adalah kolonisasi massa daratan terisolasi oleh mamalia, seperti Madagaskar, yang telah terisolasi selama sekitar 120 juta tahun, dan Amerika Selatan, yang terisolasi selama sebagian besar masa Kenozoikum. Kedua massa daratan tampaknya kedatangan primata melalui mekanisme ini. Menurut bukti genetik, leluhur bersama semua lemur Madagaskar tampaknya menyebrangi Selat Mozambik melalui rakit antara 50 dan 60 juta tahun lalu.[4][5][6]

Referensi

  1. R.A. Mittermeier. Lemurs of Madagascar. Conservation International. 2006. hlm. 24–26. ISBN 978-1-881173-88-5.
  2. The monkeys that sailed across the Atlantic to South America. BBC. 26 January 2016.
  3. H. Won. Dating dispersal and radiation in the gymnosperm Gnetum (Gnetales) – clock calibration when outgroup relationships are uncertain. Systematic Biology. 2006. Vol. 55 (4). hlm. 610–622. doi:10.1080/10635150600812619.
  4. Christian Roos. Primate jumping genes elucidate strepsirrhine phylogeny. PNAS. July 2004. Vol. 101 (29). hlm. 10650–10654. doi:10.1073/pnas.0403852101.
  5. Bill Sellers. Primate Evolution. University of Edinburgh. 2000-10-20. hlm. 13–17.
  6. J. R. Ali. Mammalian biodiversity on Madagascar controlled by ocean currents. Nature. 2010-01-20. Vol. 463 (4 Feb. 2010). hlm. 653–656. doi:10.1038/nature08706.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29439687 (2026-07-10T11:52:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.