Realisme pascaklasik
Realisme pascaklasik adalah teori hubungan internasional yang dicetuskan oleh Stephen Brooks. Teori ini mengacu pada jenis pemikiran realis yang bisa dibedakan dengan pemikiran neorealis Kenneth Waltz.[1] Realisme pascaklasik mirip dengan realisme defensif.[2]
Berbeda dengan neorealisme, realisme pascaklasik menyatakan bahwa negara tidak perlu selalu memaksimalkan keamanannya. Bukannya berfokus pada kemungkinan konflik, negara justru lebih mengutamakan kemungkinan pecahnya konflik. Karena itu, konflik bisa terjadi apabila keadaan saat itu membuat teknologi militer dan geografi unggul secara ofensif (menyerang) alih-alih defensif (bertahan). Apabila yang terjadi adalah sebaliknya, negara akan mengabaikan keunggulan jangka pendek (pembangunan militer) demi meraih keunggulan jangka panjang (pertumbuhan ekonomi). Negara adalah pencari kekuasaan yang baru memaksimalkan keamanannya ketika keadaan sangat mengancam. Tidak seperti realisme klasik, realisme pascaklasik tidak berasumsi bahwa kekuasaan adalah tujuan akhir, justru kekuasaan memberikan negara fleksibilitas yang tinggi sehingga mampu mencapai tujuan apapun yang dianggap penting oleh negara.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 11767501 (2016-08-02T13:51:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.