Lompat ke isi

Mangan(II,III) oksida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 30 Agustus 2026 03.30 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27537532; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Mangan(II,III) oksida adalah sebuah mangan oksida dengan rumus kimia Mn3O4. Mangan hadir dalam dua bilangan oksidasi, +2 dan +3, dan rumusnya terkadang ditulis sebagai MnO·Mn2O3. Mn3O4 ditemukan di alam sebagai mineral hausmanit.

Pembuatan

Mn3O4 terbentuk ketika mangan oksida apa pun dipanaskan di udara di atas suhu 1000 °C. Penelitian yang cukup banyak telah difokuskan pada produksi Mn3O4 nanokristalin dan berbagai sintesis yang melibatkan oksidasi MnII atau reduksi MnVI.

Reaksi

Mn3O4 bertindak sebagai katalis untuk berbagai reaksi, misalnya oksidasi metana dan karbon monoksida; dekomposisi NO, reduksi nitrobenzena dan pembakaran katalitik senyawa organik.

Struktur

Mn3O4 memiliki struktur windusari, di mana ion oksida berbentuk kubik rapat dan MnII menempati situs tetrahedral dan situs oktahedral MnIII. Strukturnya terdistorsi karena adanya efek Jahn–Teller. Pada suhu kamar Mn3O4 bersifat paramagnetik. Di bawah suhu 41–43 K, ia bersifat ferimagnetik, meskipun telah dilaporkan terjadi penurunan pada sampel nanokristalin hingga suhu sekitar 39 K.

Kegunaan

Mn3O4 terkadang digunakan sebagai bahan awal dalam produksi ferit lunak, misalnya ferit mangan seng, dan litium mangan oksida, yang digunakan dalam baterai litium.

Mangan tetroksida juga dapat digunakan sebagai bahan pemberat saat mengebor bagian reservoir di sumur minyak dan gas.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27537532 (2025-07-13T02:27:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.