Lompat ke isi

Disprosium(III) klorida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 30 Agustus 2026 03.32 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25322149; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Disprosium(III) klorida (DyCl3), juga dikenal sebagai disprosium triklorida, adalah sebuah senyawa anorganik dari disprosium dan klorin. Senyawa ini merupakan padatan berwarna putih hingga kuning yang dengan cepat menyerap air jika terpapar udara lembap untuk membentuk heksahidrat, DyCl3·6H2O. Pemanasan cepat sederhana dari bentuk hidrat akan menyebabkan hidrolisis parsial menjadi bentuk oksiklorida, DyOCl.

Pembuatan dan reaksi

DyCl3 sering dibuat melalui "rute amonium klorida", dimulai dari Dy2O3 atau bentuk hidrat DyCl3·6H2O. Metode-metode ini menghasilkan (NH4)2[DyCl5]:

10 NH4Cl + Dy2O3 → 2 (NH4)2[DyCl5] + 6 NH3 + 3 H2O
DyCl3·6H2O + 2 NH4Cl → (NH4)2[DyCl5] + 6 H2O

Bentuk pentaklorida terurai secara termal menurut persamaan berikut:

(NH4)2[DyCl5] → 2 NH4Cl + DyCl3

Reaksi termolisis ini berlangsung melalui perantaraan (NH4)[Dy2Cl7].

Mereaksikan Dy2O3 dengan HCl encer akan menghasilkan bentuk hidrat DyCl3·6H2O, yang tidak dapat dibuat menjadi anhidrat melalui pemanasan. Bila dipanaskan, maka akan didapat bentuk oksiklorida:

DyCl3 + H2O → DyOCl + 2 HCl

Disprosium(III) klorida adalah asam Lewis yang cukup kuat, yang termasuk dalam kategori "asam keras" menurut konsep HSAB. Larutan encer dari disprosium klorida dapat digunakan untuk membuat senyawa disprosium(III) lainnya, misalnya disprosium(III) fluorida:

DyCl3 + 3 NaF → DyF3 + 3 NaCl

Kegunaan

Disprosium(III) klorida dapat digunakan sebagai titik awal untuk pembuatan garam disprosium lainnya. Logam disprosium akan didapat saat campuran cair DyCl3 dalam LiClKCl eutektik dielektrolisis. Reduksi ini terjadi melalui Dy2+, pada sebuah katoda wolfram.

Pencegahan

Senyawa disprosium diyakini memiliki toksisitas rendah hingga sedang, meskipun toksisitasnya belum diselidiki secara rinci.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25322149 (2024-02-17T18:26:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.