Lompat ke isi

Kapal tempur kelas Queen Elizabeth

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 30 Agustus 2026 03.59 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
HMS Queen Elizabeth Lemnos 1915 AWM H12931 clipped

Kapal tempur kelas Queen Elizabeth merupakan kelas kapal tempur Inggris yang dibuat pada era Perang Dunia I. Walaupun pada Perang Dunia II kelas Queen Elizabeth merupakan kelas kapal tempur tertua yang dimiliki oleh Inggris, tetapi masih diakui sebagai yang terbaik, bahkan di atas kapal-kapal setelahnya, seperti misalnya kapal tempur kelas Revenge. Rahasia kelebihan kelas Queen Elizabeth terletak pada rancang bangunnya yang berimbang serta sifatnya yang adaptif dengan penambahan kekuatan. Pada masanya, Queen Elizabeth sering disebut sebagai "kapal tempur terbaik yang pernah dibuat".[1]

Konstruksi

Awalnya skema perancangan kapal dalam kelas ini adalah untuk pembuatan 3 kapal tempur dan satu penjelajah tempur, tetapi dengan kecepatan kapal yang mencapai , maka pembangunan penjelajah tempur dibatalkan, alih-alih jumlah kapal tempur yang dibuat bertambah menjadi 5 buah.[2] Karena pemerintah Federasi Negara Malaya turut serta membiayai pembangunannya, salah satu kapal dari kelas ini pun dinamakan sebagai .[3] Kapal kelas ini juga merupakan kapal tempur pertama yang ditenagai sepenuhnya oleh minyak, berlawanan dengan sebelumnya yang rata-rata masih memakai batubara. Ditambah lagi dengan penggunaan meriam baru kaliber 15 inci yang akan terbukti mumpuni hingga melewati dua Perang Dunia. Dengan meriam ini, HMS Warspite menciptakan rekor penembakan meriam terjauh setelah menembak kapal tempur Italia Conte di Cavour dalam Pertempuran Kalabria. Lapisan pelindung milik kelas ini merupakan versi modifikasi dari , dengan belt yang lebih tebal dan proteksi bawah air yang diperbarui.[4]

Ada 5 kapal dari kelas Queen Elizabeth yang berhasil dibuat, yaitu , , , , dan . Kapal keenam yang direncanakan bernama HMS Agincourt dibatalkan. Sementara itu Persemakmuran Kanada juga ingin turut serta memberikan modal untuk menambah 3 kapal tempur tambahan bagi kelas Queen Elizabeth yakni, Acadia, Quebec dan Ontario;[5] Namun tidak disetujui oleh Parlemen Inggris.[6]

Nasib

Walaupun berhasil dengan gemilang dalam Pertempuran Jutland, memasuki Perang Dunia II, dengan diperkenalkannya persenjataan-persenjataan baru, termasuk bom kendali dan torpedo yang lebih efektif, kapal-kapal kelas Queen Elizabeth pun harus menyerah pada usia desain mereka yang sudah cukup tua. Empat kapal Queen Elizabeth berhasil selamat dari pertempuran, sementara tenggelam akibat ditorpedo oleh . HMS Warspite terkena serangan bom layang di Salerno sehingga hanya dipakai sebagai kapal bombardemen pantai.[7] dan sempat karam akibat serangan pasukan katak Italia di Alexandria, tetapi berhasil diperbaiki dan kemudian bertugas di Timur Jauh.[8] Sementara , walau sempat rusak akibat terkena torpedo , tetapi berhasil diperbaiki dan ambil bagian dalam Pendaratan Normandia. ( dan ) dibongkar pada 1948; Sementara sudah mendahului setahun sebelumnya, dibongkar di Prussia Cove tepatnya di Marazion.

Pranala luar

Referensi

  1. Fred T. (Parkes, Surgeon-Lt. R.N. Dr. Oscar and Prendergast, Maurice co-ed.) Jane. Jane's Fighting Ships of World War I. Jane's Publishing (1990 reprint, Military Press, New York; dist. by Crown Publishers). 1919. hlm. 36. ISBN 0-517-03375-5.
  2. Breyer, hal. 135, 141.
  3. Raven and Roberts, p. 17
  4. Raven and Roberts, p. 17
  5. William Schleihauf. "Necessary stepping stones" - The transfer of Aurora, Patriot and Patrician to the Royal Canadian Navy after the First World War. Canadian Military History. 2000. Vol. 9 (3). hlm. 21–28.
  6. Borden's Naval Aid Bill, 1912
  7. 1.JmA – Special German weapons.
  8. Brown, David. p. 225.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28026827 (2025-10-16T16:51:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.