Lompat ke isi

HNLMS Tjerk Hiddes (G16)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 30 Agustus 2026 04.02 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
RI Gadjah Mada, Jalesveva Jayamahe, p32

HNLMS Tjerk Hiddes adalah sebuah kapal perusak milik Belanda yang dibangun Inggris selama Perang Dunia II. Dia mulai dibangun pada 22 Mei 1940 sebagai , HMS Nonpareil, tetapi pada tanggal 27 Mei 1942, ia dipindahkan ke Angkatan Laut Kerajaan Belanda.[1] Kapal ini pun mulai ditugaskan pada tahun 1942[2][3] sebagai HNMLS Tjerk Hiddes, yang dinamai dari laksamana Belanda abad ke-17, Tjerk Hiddes de Vries. Ia banyak terlibat pertempuran bersama Angkatan Laut Britania Raya dan Angkatan Laut Amerika Serikat di Samudra Hindia dan Australia. Setelah perang berakhir, kapal perusak ini lalu dijual ke Indonesia dan berganti nama menjadi KRI Gadjah Mada. KRI Gadjah Mada pun praktis menjadi kapal perusak & kapal bendera pertama TNI AL. Dia akhirnya dibongkar pada tahun 1961.

Catatan

Pranala luar

Referensi

  1. M J Whitley. Destroyers of World War Two: An International Encyclopedia. Arms and Armour Press. 2000. hlm. 117 & 214. ISBN 1-85409-521-8.
  2. Tanggal penugasannya bervariasi tiap sumber, ada yang berkata bahwa pada bulan Oktober 1942. Itu karena dia tercatat sebagai pengawal konvoi militer WS21P, dari Inggris ke Timur Tengah dari bulan Juli sampai Agustus 1942.
  3. Lt Cdr (Retd) Geoffrey B Mason. Dutch HNethMS TJERK HIDDES (G 16), ex-HMS NONPAREIL – N-class Destroyer. SERVICE HISTORIES of ROYAL NAVY WARSHIPS in WORLD WAR 2. 2003.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29220919 (2026-05-12T19:37:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.