Lompat ke isi

Tembaga(II) nitrat

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 4 September 2026 08.40 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29586813; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Tembaga(II) nitrat, Cu(NO3)2, adalah suatu senyawa anorganik yang membentuk padatan kristalin berwarna biru. Tembaga nitrat anhidrat membentuk kristal berwarna biru gelap-hijau dan menyublim dalam suasana vakum pada suhu 150-200 °C. Tembaga nitrat juga terdapat sebagai lima hidrat yang berbeda, yang paling umum adalah trihidrat dan heksahidrat. Material ini lebih sering ditemui dalam perdagangan daripada di laboratorium.

Sintesis dan reaksi

Tembaga nitrat terhidrasi dapat disiapkan melalui hidrasi material anhidratnya atau dengan mereaksikan logam tembaga dengan suatu larutan berair dari perak nitrat atau asam nitrat pekat:

Cu + 4 HNO3 → Cu(NO3)2 + 2 H2O + 2 NO2

Cu(NO3)2 anhidrat terbentuk ketika logam tembaga direaksikan dengan N2O4:

Cu + 2 N2O4 → Cu(NO3)2 + 2 NO

Percobaan dalam dehidrasi tembaga(II) nitrat hidrat dengan pemanasan akan menghasilkan oksida tembaga, dan bukan Cu(NO3)2. Pada suhu 80 °C, hidratnya akan berubah menjadi "tembaga nitrat basa" (Cu2(NO3)(OH)3), yang berubah menjadi CuO pada suhu 180 °C. Mengeksploitasi reaktivitas ini, tembaga nitrat dapat digunakan untuk menghasilkan asam nitrat dengan memanaskannya hingga terurai dan mengalirkan asapnya langsung ke dalam air. Metode ini mirip dengan tahap terakhir dalam proses Ostwald. Persamaannya adalah sebagai berikut:

2 Cu(NO3)2 → 2 CuO + 4 NO2 + O2
3NO2 + H2O → 2HNO3 + NO

Tembaga nitrat basa alami termasuk mineral langka gerhardtite dan rouaite, keduanya merupakan polimorf Cu2(NO3)(OH)3.

Struktur

Tembaga(II) nitrat anhidrat

Tembaga(II) nitrat anhidrat telah dikristalisasi dalam dua polimorf bebas-solvat. α- dan β-Cu(NO3)2 merupakan jaringan polimer koordinasi 3D penuh. Bentuk alfa hanya memiliki satu lingkungan Cu, dengan koordinasi [4 + 1], tetapi bentuk beta memiliki dua pusat tembaga yang berbeda, satu dengan [4 + 1] dan satu yang berbentuk bujur sangkar. Pelarut nitrometana juga memiliki fitur "koordinasi [4 + 1]", dengan empat ikatan Cu-O pendek sekitar 200 pm dan satu ikatan lagi pada 240 pm. Mereka adalah polimer koordinasi, dengan rantai tembaga(II) dan gugus nitrat tak terbatas. Dalam fase gas, tembaga(II) nitrat menonjolkan dua ligan bidentat nitrat.

Tembaga(II) nitrat hidrat

Lima hidrat dari senyawa ini telah dilaporkan: monohidrat (Cu(NO3)2·H2O), seskuihidrat (Cu(NO3)2·1.5H2O), hemipentahidrat (Cu(NO3)2·2.5H2O), trihidrat (Cu(NO3)2·3H2O), dan heksahidrat ([Cu(H2O)6](NO3)2).

Aplikasi

Tembaga(II) nitrat digunakan dalam berbagai aplikasi, diantaranya adalah ketika dikonversi menjadi tembaga(II) oksida, ia digunakan sebagai katalis untuk berbagai proses dalam kimia organik. Larutannya digunakan dalam tekstil dan agen pemoles untuk logam lain. Tembaga nitrat ditemukan dalam beberapa piroteknik. Senyawa ini sering digunakan di laboratorium sekolah untuk menunjukkan reaksi kimia sel volta. Senyawa ini juga merupakan komponen dalam beberapa keramik glasir dan patina logam.

Sintesis organik

Tembaga nitrat, dalam kombinasi dengan anhidrida asetat, adalah pereaksi efektif untuk nitrasi senyawa aromatik, dalam kondisi yang dikenal sebagai "kondisi Menke", untuk menghormati ahli kimia Belanda yang menemukan bahwa nitrat logam merupakan pereaksi yang efektif untuk nitrasi.

Nitrat tembaga terhidrasi yang diadsorpsi ke tanah liat menghasilkan pereaksi yang disebut "Claycop". Tanah liat berwarna biru yang dihasilkan digunakan sebagai bubur, misalnya untuk oksidasi tiol menjadi disulfida. Claycop juga digunakan untuk mengubah ditioasetal menjadi karbonil. Pereaksi terkait berbasis montmorilonit telah terbukti berguna bagi nitrasi senyawa aromatik.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29586813 (2026-08-16T05:36:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.