Litium asetat
Litium asetat (CH3COOLi) adalah suatu garam dari litium dan asam asetat. Senyawa ini terkadang disingkat sebagai LiOAc.
Isolasi dan sintesis
Litium asetat dapat diproduksi melalui reaksi pembentukan garam antara litium hidroksida dan asam asetat.
Sintesis juga dapat dilakukan dari Litium karbonat dan asam asetat, dengan pelepasan karbon dioksida.
Sifat
Lithium asetat biasanya tersedia secara komersial sebagai dihidrat berwarna putih dengan rumus CH3COOLi · 2 H2O. Dihidrat tersebut mengkristal dalam sistem kristal ortorombik pada grup ruang Cmm2, dengan konstanta kisi sebagai berikut: a = 686 pm, b = 1149 pm dan c = 659 pm. Sementara kristal anhidratnya berada dalam sistem kristal triklinik pada grup ruang P1, dengan konstanta kisi sebagai berikut: a = 929 pm, b = 1213 pm dan c = 676 pm serta α = 101°, β = 100° dan γ = 105°.
Kegunaan
Litium asetat digunakan di laboratorium sebagai penyangga untuk elektroforesis gel DNA dan RNA. Penyangga ini memiliki konduktivitas listrik yang lebih rendah, sehingga gel dapat dijalankan pada tegangan yang lebih tinggi dibandingkan gel dengan penyangga TAE (yakni 5–30 V/cm dibandingkan 5–10 V/cm). Pada tegangan yang sama, panas yang dihasilkan lebih kecil sehingga suhu gel tetap rendah, memungkinkan peningkatan tegangan untuk mempercepat proses elektroforesis. Dengan demikian, waktu pemisahan gel dapat dipersingkat secara signifikan. Proses lanjutan seperti isolasi DNA dari potongan gel atau analisis blot Southern tetap berfungsi normal ketika menggunakan gel berbasis litium asetat.
Litium asam borat atau natrium asam borat umumnya lebih disukai dibanding litium asetat atau TAE saat menganalisis fragmen DNA berukuran kecil (kurang dari 500 bp), karena penyangga berbasis borat memberikan resolusi yang lebih tinggi dibanding penyangga berbasis asetat pada rentang ukuran tersebut.
Litium asetat juga digunakan untuk membuat dinding sel ragi menjadi lebih permeabel dalam proses transformasi DNA. Efek menguntungkan dari LiOAc diyakini berasal dari sifatnya sebagai agen kaotropik, yang dapat mendenaturasi DNA, RNA, dan protein.
Selain itu, litium asetat berfungsi sebagai katalis dalam produksi poliester, sebagai agen antikorosi dalam resin polifenilsulfida, dan sebagai katalis dalam pembuatan resin alkid serta polimer akrilik.
Lihat pula
Referensi
Bacaan lebih lanjut
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29568529 (2026-08-12T23:56:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.