Lompat ke isi

Asam kojat

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 4 September 2026 08.47 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27919153; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Asam kojat adalah senyawa organik dengan rumus . Senyawa ini adalah turunan dari 4-piron yang berfungsi di alam sebagai agen kelasi yang diproduksi oleh beberapa spesies jamur, terutama Aspergillus oryzae, yang memiliki nama umum Jepang koji. Asam kojat adalah produk sampingan dalam proses fermentasi beras malt, untuk digunakan dalam pembuatan sake, arak beras Jepang. Senyawa ini adalah penghambat ringan pembentukan pigmen pada jaringan tumbuhan dan hewan, dan digunakan dalam makanan dan kosmetik untuk mengawetkan atau mengubah warna zat. Senyawa ini membentuk kompleks merah cerah dengan ion besi(III).

Biosintesis

Studi pelabelan 13C telah mengungkapkan setidaknya dua jalur menuju asam kojat. Pada jalur yang umum, enzim dehidratase mengubah glukosa menjadi asam kojat. Pentosa juga merupakan prekursor yang viable, yang dalam hal ini dihidroksiaseton digunakan sebagai zat antara.

Penggunaan

Asam kojat dapat digunakan pada buah potong untuk mencegah pencoklatan oksidatif, pada makanan laut untuk mempertahankan warna merah jambu dan merah, dan pada kosmetik untuk mencerahkan kulit. Sebagai contoh, asam kojat digunakan untuk mengobati penyakit kulit seperti melasma.

Reaksi kimia

Deprotonasi gugus OH-cincin mengubah asam kojat menjadi kojat. Kojat mengkelat menjadi besi(III), membentuk kompleks merah . Reaksi semacam ini mungkin menjadi dasar fungsi biologis asam kojat, yaitu melarutkan besi ferri.

Sebagai molekul multifungsi, asam kojat memiliki kimia organik yang beragam. Gugus hidroksimetil menghasilkan turunan klorometil setelah perlakuan dengan tionil klorida.

Keamanan

Asam kojat mungkin bersifat karsinogenik lemah, menurut beberapa penelitian pada hewan. Asam ini diyakini tidak mencapai ambang batas karsinogenik pada kulit manusia, dan terbukti aman pada tingkat yang digunakan dalam kosmetik.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27919153 (2025-10-04T02:15:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.