Diklorin heptoksida
Diklorin heptoksida adalah senyawa kimia dengan rumus Cl2O7. Oksida klorin ini merupakan anhidrida dari asam perklorat. Senyawa ini dihasilkan dari distilasi asam perklorat secara hati-hati dengan adanya agen pendehidrasi fosfor pentoksida:
- 2 HClO4 + P4O10 → Cl2O7 + H2P4O11
Klorin(VII) oksida dapat didistilasi keluar dari campuran.
Senyawa ini dapat pula dibentuk melalui iluminasi campuran klorin dan ozon. Senyawa ini terhidrolisis secara lambat kembali menjadi asam perklorat, yang berbahaya ketika dalam bentuk anhidratnya.
Struktur
Cl2O7 adalah molekul endergonik, yang berarti secara intrinsik tidak stabil, terurai menjadi unsur-unsur penyusunnya dengan pelepasan energi:
- 2 Cl2O7 → 2 Cl2 + 7 O2 (ΔH° = –132 kkal/mol)
Cl2O7 memiliki bentuk tekuk dengan sudut Cl−O−Cl sebesar 118.6° yang membuat simetri molekul ini adalah C2. Jarak ujung Cl−O adalah 1.709 Å dan jarak Cl=O adalah 1.405 Å. Dalam senyawa ini, klorin ada dalam keadaan oksidasi formal tertinggi yaitu +7, meskipun ikatan dalam molekul ini secara signifikan bersifat kovalen.
Sifat kimia
Diklorin heptoksida bereaksi dengan amina primer dan sekunder dalam larutan karbon tetraklorida untuk menghasilkan amida perklorat:
- 2 + → 2 +
- 2 + → 2 +
Senyawa ini juga bereaksi dengan alkena untuk menghasilkan alkil perklorat. Misalnya, ia bereaksi dengan propena dalam larutan karbon tetraklorida untuk menghasilkan isopropil perklorat dan 1-kloro-2-propil perklorat.
Diklorin heptoksida bereaksi dengan alkohol membentuk alkil perklorat.
Diklorin heptoksida adalah oksida asam kuat, dan dalam larutan membentuk kesetimbangan dengan asam perklorat.
Keamanan
Walaupun senyawa ini merupakan oksida klorin yang paling stabil, Cl2O7 adalah pengoksidasi kuat serta bahan peledak yang dapat meledak dengan nyala api atau kejutan mekanis, atau melalui kontak dengan yodium. Namun demikian, senyawa ini kurang kuat mengoksidasi dibandingkan oksida klorin lainnya, dan tidak menyerang sulfur, fosfor, atau kertas saat dingin. Senyawa ini memiliki efek yang sama pada tubuh manusia sebagai unsur klorin, dan membutuhkan tindakan pencegahan yang sama.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 21649765 (2022-09-12T16:41:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.