Lompat ke isi

Delavirdin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 4 September 2026 08.50 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27908635; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Delavirdin (disingkat DLV) adalah penghambat transkriptase balik non-nukleosida (NNRTI) yang dipasarkan oleh ViiV Healthcare. Obat ini digunakan sebagai bagian dari terapi antiretroviral yang sangat aktif (HAART) untuk pengobatan human immunodeficiency virus (HIV) tipe 1. Obat ini tersedia dalam bentuk mesilat. Dosis yang dianjurkan adalah 400 mg, tiga kali sehari.

Meskipun delavirdin telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat pada tahun 1997, kemanjurannya lebih rendah daripada NNRTI lainnya, terutama efavirenz, dan juga memiliki jadwal pemberian yang tidak praktis. Faktor-faktor ini menyebabkan DHHS AS tidak merekomendasikan penggunaannya sebagai bagian dari terapi awal. Risiko resistensi silang di seluruh kelas NNRTI, serta serangkaian interaksi obat yang kompleks, membuat tempat delavirdin dalam terapi lini kedua dan terapi penyelamatan tidak jelas, dan saat ini jarang digunakan.

Produksi dan distribusinya dihentikan di Amerika Serikat dan Kanada.

Interaksi

Seperti ritonavir, delavirdin adalah penghambat isoenzim sitokrom P450 CYP3A4, dan berinteraksi dengan banyak obat. Obat ini tidak boleh diberikan bersama dengan berbagai macam obat, termasuk amprenavir, fosamprenavir, simvastatin, lovastatin, rifampin, rifabutin, rifapentin, Hypericum perforatum, midazolam, triazolam, obat ergot, dan beberapa obat untuk refluks asam.

Efek samping

Efek samping yang paling umum adalah ruam sedang hingga parah, yang terjadi pada 20% pasien. Efek samping umum lainnya termasuk kelelahan, sakit kepala, dan mual. Toksisitas hati juga telah dilaporkan.

Sintesis

Modifikasi skema yang dilakukan untuk ateviridin q.v. dengan melakukan alkilasi reduktif dengan aseton mmenghasilkan 2 setelah penghilangan gugus pelindung. Asilasi amina ini dengan imidazolida dari asam 5-Metilsulfonaminoindola-2-karboksilat (1) menghasilkan amida penghambat transkriptase balik, yakni atevirdin.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27908635 (2025-10-01T10:01:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.