Gliserol monostearat
Gliserol monostearat, yang umumnya disingkat menjadi GMS, adalah monogliserida yang umumnya digunakan sebagai pengemulsi dalam makanan. Bentuknya berupa bubuk putih, tidak berbau, dan beraroma manis yang bersifat higroskopis. Secara kimia, senyawa ini adalah ester gliserol dari asam stearat. Senyawa ini juga digunakan sebagai bubuk hidrasi dalam formula latihan.
Struktur, sintesis, dan kejadian
Gliserol monostearat hadir sebagai tiga stereoisomer, pasangan enantiomerik 1-gliserol monostearat dan 2-gliserol monostearat. Biasanya, keduanya ditemukan sebagai campuran karena banyak sifatnya yang serupa.
Bahan komersial yang digunakan dalam makanan diproduksi secara industri melalui reaksi gliserolisis antara trigliserida (dari lemak sayuran atau hewani) dan gliserol.
Gliserol monostearat terbentuk secara alami di dalam tubuh sebagai produk pemecahan lemak oleh lipase pankreas. Gliserol ini hadir dalam kadar yang sangat rendah dalam minyak biji tertentu.
Kegunaan
GMS adalah bahan tambahan pangan yang digunakan sebagai bahan pengental, pengemulsi, antikempal, dan pengawet; bahan pengemulsi untuk minyak, lilin, dan pelarut; lapisan pelindung untuk bubuk higroskopis; bahan pemadat dan pelepas kontrol dalam farmasi; dan pelumas resin. GMS juga digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan rambut.
GMS sebagian besar digunakan dalam persiapan memanggang untuk menambahkan "isi" pada makanan. GMS berperan dalam memberikan tekstur halus pada es krim dan krim kocok. GMS terkadang digunakan sebagai bahan anti-staling dalam roti.
GMS juga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam plastik, di mana GMS berfungsi sebagai bahan antistatis dan antikabut. Hal ini umum dalam kemasan makanan.
Status kompendial
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26985408 (2025-03-02T09:57:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.