Lompat ke isi

Litium peroksida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 4 September 2026 08.54 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25715052; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Litium peroksida adalah senyawa anorganik dengan rumus LiO. Senyawa ini berupa padatan putih tak higroskopis. Oleh karena ia memiliki rasio oksigen berbanding massa dan oksigen berbanding volume yang tinggi, padatannya telah digunakan untuk menghilangkan CO dari atmosfer dalam wahana antariksa.

Preparasi

Litium peroksida dibuat melalui reaksi hidrogen peroksida dan litium hidroksida. Reaksi ini pertama-tama menghasilkan litium hidroperoksida:

LiOH+HA2OA2LiOOH+2HA2O

Litium hidroperoksida ini juga disebut sebagai litium peroksida monoperoksohidrat trihidrat (Li2O2·H2O2·3H2O). Dehidrasi bahan ini menghasilkan garam peroksida anhidrat:

2LiOOHLiA2OA2+HA2OA2+2HA2O
terdekomposisi pada suhu sekitar 450 °C menghasilkaln litium oksida:
2LiA2OA22LiA2O+OA2

Struktur padatan telah ditentukan menggunakan kristalografi sinar-X dan . Padatannya menunjukkan subunit "seperti etana" berbentuk bulan sabit dengan jarak O–O sekitar 1,5 Å.

Kegunaan

Litium peroksida digunakan dalam pemurni udara ketika bobot menjadi pertimbangan, misalnya, dalam wahana antariksa untuk menyerap karbon dioksida dan membebaskan oksigen sesuai reaksi:

2LiA2OA2+2COA22LiA2COA3+OA2

Ia menyerap lebih banyak CO daripada litium hidroksida dengan berat yang sama, ditambah bonus melepaskan oksigen. Selain itu, tidak seperti peroksida logam alkali lainnya, ia tidak higroskopis.

Reaksi litium peroksida yang dapat balik adalah dasar untuk prototipe . Dengan menggunakan oksigen dari atmosfer, memungkinkan baterai mengeliminasi penyimpanan oksigen untuk reaksinya, menghemat berat dan ukuran baterai.

Kombinasi baterai lithium–udara yang berhasil, dilengkapi dengan membran sel surya permeabel udara, diumumkan oleh Universitas Negara Bagian Ohio pada tahun 2014. Kombinasi dari dua fungsi dalam satu modul (sebuah "baterai surya") diharapkan dapat mengurangi biaya secara signifikan dibandingkan modul dan pengendali terpisah seperti saat ini.

Lihat juga

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25715052 (2024-05-14T18:07:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.