Grazoprevir
Grazoprevir adalah obat yang disetujui untuk pengobatan hepatitis C. Obat ini dikembangkan oleh Merck & Co. dan menyelesaikan uji coba Fase III, digunakan dalam kombinasi dengan penghambat kompleks replikasi NS5A elbasvir, baik dengan/atau tanpa ribavirin.
Grazoprevir adalah penghambat protease virus hepatitis C generasi kedua yang bekerja pada target protease NS3/4A. Obat ini memiliki aktivitas yang baik terhadap berbagai varian genotipe HCV, termasuk beberapa yang resistan terhadap sebagian besar obat antivirus yang digunakan saat ini.
Efek samping
Efek samping hanya dinilai dalam kombinasi dengan elbasvir. Efek samping umum dari kombinasi tersebut meliputi rasa lelah, mual, nafsu makan berkurang, dan sakit kepala. Jumlah sel darah merah rendah telah terjadi ketika diberikan bersamaan dengan ribavirin dalam beberapa kasus. Risiko yang paling penting adalah peningkatan alanina transaminase, hiperbilirubinemia, perkembangan resistansi obat, dan interaksi obat.
Interaksi
Grazoprevir diangkut oleh protein pembawa zat terlarut SLCO1B1 dan SLCO1B3. Obat-obatan yang menghambat protein ini seperti rifampisin, siklosporin, dan sejumlah obat AIDS (atazanavir, darunavir, lopinavir, sakuinavir, tipranavir, kobisistat) dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan pada kadar plasma darah grazoprevir. Zat tersebut didegradasi oleh enzim hati CYP3A4. Kombinasi dengan obat-obatan yang menginduksi enzim ini seperti efavirenz, karbamazepin atau St. John's wort dapat menyebabkan kadar plasma grazoprevir yang rendah secara tidak efektif. Kombinasi dengan penghambat CYP3A4 dapat meningkatkan kadar plasma.
Farmakologi
Mekanisme kerja
Grazoprevir menghambat NS3, enzim serin protease yang dibutuhkan virus untuk memecah poliproteinnya menjadi protein virus fungsional, dan NS4A (kofaktor NS3).
Farmakokinetik
Grazoprevir mencapai konsentrasi plasma puncak dua jam setelah pemberian oral bersamaan dengan elbasvir (variasi antar pasien: 30 menit hingga tiga jam). Pada pasien hepatitis C, konsentrasi stabil ditemukan setelah sekitar enam hari. Ikatan protein plasma adalah 98,8%; terutama dengan albumin dan glikoprotein asam alfa-1. Sebagian zat dioksidasi di hati, sebagian besar oleh enzim CYP3A4. Waktu paruh biologis rata-rata adalah 31 jam. Lebih dari 90% dikeluarkan melalui feses, dan kurang dari 1% melalui urin.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27958125 (2025-10-12T16:14:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.