Lompat ke isi

Dietil eter peroksida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 4 September 2026 13.51 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26954630; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dietil eter hidroperoksida adalah senyawa organik dengan rumus C2H5OCH(OOH)CH3.Senyawa ini berupa cairan tak berwarna. Dietil eter hidroperoksida dan produk kondensasinya bertanggung jawab atas peroksida organik eksplosif yang terbentuk perlahan saat dietil eter terpapar udara sekitar dan kondisi suhu.


Sintesis dan reaksi

Dietil eter hidroperoksida dapat dibentuk melalui fotooksigenasi dietil eter. Ini adalah proses radikal, yang didorong oleh eksitasi UV dari molekul oksigen menjadi bentuk yang lebih reaktif. Pembentukannya biasanya tidak diinginkan karena risiko ledakan yang terkait. Karena alasan ini, sampel dietil eter komersial biasanya mengandung antioksidan seperti BHT dan terkandung dalam bahan yang mampu menghalangi sinar UV, seperti kaca amber.

Hal ini dapat disiapkan secara sengaja dalam hasil tinggi dengan penambahan hidrogen peroksida yang dikatalisis oleh asam ke etil vinil eter :

C2H5OCH=CH2 + H2O2 → C2H5OCH(OOH)CH3

Hidroperoksida terkait dapat diproduksi dengan cara yang sama.

Dietil eter hidroperoksida, setelah dipanaskan dalam air, terurai menjadi asetaldehida :

C2H5OCH(OOH)CH3 → CH3CHO + C2H5OH + H2O2

Dietil eter hidroperoksida membentuk polimer yang dikenal sebagai dietil eter peroksida, atau etilidena peroksida :


Peroksida adalah minyak tak berwarna yang merupakan bahan peledak yang sangat mudah terbakar dan sensitif terhadap gesekan, namun bahan polimernya padat sehingga lebih berbahaya karena penguapan dietil eter yang mudah menguap dapat meninggalkan lapisan tipis bahan peledak murni.

Tes

Dietil eter peroksida dapat dideteksi dengan larutan kalium iodida (KI) dalam asam asetat atau kalium iodida / kertas kanji. Hasil uji positif adalah terbentuknya iodium (I2) yang menyebabkan warna kuning atau coklat pada fase eter atau bercak kebiruan gelap pada strip kertas.

Lihat pula

Referensi


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26954630 (2025-02-23T00:30:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.