Lompat ke isi

Galur inbrida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 4 September 2026 17.23 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29466481; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Galur inbrida atau lini inbrida ( atau inbred line) adalah sekelompok individu (baik tumbuhan maupun hewan) dalam spesies yang sama yang memiliki kemiripan genetik sangat tinggi sebagai hasil perkawinan sekerabat (inbreeding) yang terus-menerus. Istilah ini lebih banyak digunakan untuk tumbuhan. Karena kemampuan banyak jenis tumbuhan untuk melakukan penyerbukan sendiri, galur inbrida tumbuhan mempunyai komposisi genetik yang homozigot dan nyaris identik.

Konsep galur inbrida digunakan untuk menyebut kelompok tanaman menyerbuk silang yang struktur genetiknya homozigot dan setara dengan konsep galur murni yang digunakan pada tanaman menyerbuk sendiri. Tujuan dalam pembentukan galur inbrida adalah menghasilkan galur-galur yang homozigot dan memastikan penampilan dan daya hasil galur tersebut agar tetap baik seiring dengan bertambahnya tingkat homozigositas yang biasanya menurun.

Sejarah

Galur inbrida pertama kali digunakan untuk menyebut galur-galur yang dihasilkan dari program pemuliaan tanaman jagung dengan menggunakan metode galur murni (yang lazim digunakan untuk tanaman menyerbuk sendiri) oleh George Harrison Shull pada tahun 1905. Shull melakukan persilangan sendiri dan persilangan di antara jagung-jagung yang sekerabat untuk mendapatkan galur yang homozigot. Galur-galur hasil persilangan sekerabat ini menampakan gejala-gejala penurunan seperti banyak tanaman yang tumbuh kerdil, mudah rebah, dan tidak kokoh. Tongkol jagung yang dihasilkan umumnya kecil dan bijinya sedikit. Penampilan dan daya hasil tanaman jagung segera pulih ketika galur-galur inbrida tersebut disilangkan. Pada saat yang sama Edward Murray East juga melakukakn percobaan yang sama dengan shull yaitu tetapi tidak menyadari bahwa persilangan antar galur inbrida akan mengembalikan penampilan dan daya hasil tanaman. E.M East tidak menyadari kegunaan galur inbrida sampai akhirnya membaca tulisan Shull yang berjudul “The Composition of a Field of Maize” dan setuju dengan penemuan Shull. (kingsbury 227) Peristiwa pulihnya penampilan jagung hasil persilangan antara galur-galur inbrida tersebut disebut heterosis yang kemudian menjadi dasar dalam merakit kultivar hibrida.

Pembentukan

Dasar pembentukan galur inbrida ialah melakukan penyerbukan sendiri pada tanaman yang secara alami melakukan penyerbukan silang untuk mendapatkan tanaman yang homozigot. Persilangan antara tanaman-tanaman yang sekerabat (perkawinan sekerabat) juga dapat dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang homozigot. Sebagai contoh dalam pembentukan galur inbrida jagung setelah dilakukan penyerbukan sendiri, biji yang dihasilkan ditanam dan dilakukan seleksi. Seleksi dilakukan untuk memilih tanaman-tanaman yang sehat dan penampilannya baik. Pada tanaman terpilih tersebut kembali dilakukan penyerbukan sendiri kemudian diseleksi kembali begitu seterusnya. Setelah lima hingga enam kali penyerbukan sendiri, galur inbrida umumnya telah seragam penampilannya untuk yang sejenis. Pada tahap ini galur tingkat homozigositas galur inbrida telah dianggap cukup sehingga penyerbukan sendiri dihentikan. Pemeliharaan dan perawatan galur inbrida setelah tahap ini dilakukan dengan melakukan persilangan di antara tanaman-tanaman jagung pada galur inbrida yang sama. Modifikasi teknik pengembangan galur inbrida dilakukan oleh Jones dan Singleton pada tahun 1934 dengan hanya menanam tiga sampai empat baris tanaman jagung yang berasal dari tongkol tanaman terpilih setelah penyerbukan sendiri. Hal ini memungkinkan untuk mendapatkan galur inbrida yang bermacam-macam pada lahan yang terbatas.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29466481 (2026-07-16T17:12:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.