Lompat ke isi

Elektroresepsi dan elektrogenesis

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 4 September 2026 17.29 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27361944; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Elektroresepsi dan elektrogenesis adalah kemampuan biologis yang terkait erat untuk merasakan rangsangan listrik dan menghasilkan medan listrik. Keduanya digunakan untuk menemukan mangsa; aliran listrik yang lebih kuat digunakan pada beberapa kelompok ikan untuk melumpuhkan mangsa. Kemampuan ini ditemukan hampir secara eksklusif pada hewan air atau amfibi, karena air merupakan konduktor listrik yang jauh lebih baik daripada udara. Pada elektrolokasi pasif, objek seperti mangsa dideteksi dengan merasakan medan listrik yang mereka ciptakan. Pada elektrolokasi aktif, ikan menghasilkan medan listrik yang lemah dan merasakan distorsi yang berbeda dari medan tersebut yang ditimbulkan oleh benda-benda yang menghantarkan atau menolak listrik. Elektrolokasi aktif digunakan oleh dua kelompok ikan yang memiliki daya listrik lemah, yakni Gymnotiformes (ikan pisau) dan Mormyridae (ikan gajah), juga oleh Gymnarchus niloticus, ikan pisau Afrika. Ikan listrik menghasilkan medan listrik dengan menggunakan organ listrik, yang dimodifikasi dari otot-otot di ekornya. Medan listrik disebut lemah jika hanya cukup untuk mendeteksi mangsa, dan kuat jika cukup kuat untuk melumpuhkan atau membunuh. Medan listrik ini dapat berupa denyutan singkat, seperti pada ikan gajah, atau gelombang yang terus menerus, seperti pada ikan pisau. Beberapa ikan yang memiliki aliran listrik kuat, seperti belut listrik, mencari mangsa dengan menghasilkan medan listrik yang lemah, dan kemudian melepaskan organ listriknya dengan kuat untuk melumpuhkan mangsa; ikan yang memiliki aliran listrik kuat lainnya, seperti pari listrik, melakukan elektrolokasi secara pasif. Bintang laut memiliki keunikan tersendiri karena memiliki aliran listrik yang kuat tetapi tidak menggunakan elektrolokasi.

Ampula elektroreseptif pada Lorenzini berevolusi pada awal sejarah vertebrata; ampula ini terdapat baik pada ikan bertulang rawan seperti hiu, maupun pada ikan bertulang belakang seperti coelacanth dan ikan sturgeon, dan oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa ikan-ikan ini merupakan ikan-ikan purba. Sebagian besar ikan bertulang belakang telah kehilangan ampula lorenzini, tetapi elektroreseptor non-homolog lainnya telah berulang kali berevolusi, termasuk pada dua kelompok mamalia, yaitu monotrem (platipus dan echidna) dan Cetacea (lumba-lumba guyana).

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27361944 (2025-06-05T08:49:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.