Biologi konservasi
Biologi konservasi adalah sebuah studi mengenai alam dan status dari keanekaragaman hayati bumi dengan tujuan melindungi spesies, habitat, dan ekosistem hewan dan tumbuhan dari laju kepunahan dan erosi interaksi biotik. Biologi konservasi merupakan sebuah subjek interdisipliner yang mengacu pada ilmu alam dan ilmu sosial, dan praktik manajemen sumber daya alam.
Asal
Istilah biologi konservasi sebagai bidang baru dan segala konsep di dalamnya bermula dari diselenggarakannya “The First International Conference on Research in Conservation Biology” yang diadakan di Universitas California, San Diego, La Jolla, California, pada tahun 1978. Konferensi tersebut mempertemukan ahli biologi Amerika Bruce A. Wilcox dan Michael E. Soulé dengan sekelompok peneliti dan konservasionis universitas dan kebun binatang terkemuka; Kurt Benirschke, Sir Otto Frankel, Thomas Lovejoy dan Jared Diamond. Konferensi tersebut dilatarbelakangi oeh keprihatinan atas deforestasi hutan tropis, hilangnya spesies, dan mengikisnya keragaman genetik dalam spesies. Konferensi dan temuan-temuan yang dihasilkan berusaha untuk memulai menjembatani kesenjangan antara teori dalam ekologi dan genetika evolusioner di satu sisi dan kebijakan dan praktik konservasi di sisi lain.
Biologi konservasi dan konsep keanekaragaman hayati (biodiversity) muncul bersamaan, membantu memperjelas ilmu dan kebijakan konservasi di era modern. Dasar multidisiplin yang melekat untuk biologi konservasi mlahirkan subdisiplin baru termasuk ilmu sosial konservasi, perilaku konservasi dan fisiologi konservasi.
Lihat pula
- Alam liar
- Biologi terapan
- Eksploitasi berlebih
- Erosi genetika
- Etika konservasi
- Fragmentasi habitat
- Genetika konservasi
- Gerakan konservasi
- IUCN Red List
- Keanekaragaman hayati
- Kepunahan
- Kepunahan holocene
- Konservasi air
- Konservasi dan mutualisme
- Konservasi ex-situ
- Konservasi in-situ
- Lingkungan alami
- Lukang gen
- Manajemen alam liar
- Observatorium burung
- Pencemaran genetika
- Penyakit alam liar
- Perlindungan lingkungan
- Regional Red List
- Risiko kepunahan laten
- Sejarah alam
- Silvikultur
- Society for Conservation Biology
- Spesies terancam
- Sumber daya alam terbarukan
- Wild Salmon Center
- World Conservation Monitoring Centre
- World Forestry Congress
Referensi
Bahan bacaan terkait
- A free textbook for download.
- Conservation Biology, jurnal peer-reviewed dari Society for Conservation Biology
- Diversity and Distributions
- Biological conservation
- Conservation letters
- Animal conservation
- Conservation , a quarterly magazine published by the Society for Conservation Biology
- Ecology & Society
- Conservation & Society
- The Open Conservation Biology Journal
Pranala luar
- Conservation Biology Institute (CBI)
- United Nations Environment Programme - World Conservation Monitoring Centre (UNEP-WCMC)
- Conservation and Research for Endangered Species (CRES)
- The Center for Biodiversity and Conservation - (American Museum of Natural History)
- Dictionary of the History of Ideas
- Conservation evidence.com - Free access to conservation studies
- Conservationists Use Triage to Determine which Species to Save and Not; Like battlefield medics, conservationists are being forced to explicitly apply triage to determine which creatures to save and which to let go July 23, 2012 Scientific American
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29445261 (2026-07-11T20:48:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.