Lompat ke isi

Ophiocordyceps unilateralis

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 4 September 2026 22.31 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29047496; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Ophiocordyceps unilateralis, umumnya dikenal sebagai jamur semut zombi, adalah sebuah jamur patogen serangga, yang ditemukan oleh naturalis Inggris Alfred Russel Wallace pada tahun 1859. Semut zombi, yang terinfeksi oleh jamur Ophiocordyceps unilateralis, sebagian besar ditemukan di hutan hujan tropis

Jamur ini tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembap, yang merupakan kondisi ideal bagi pertumbuhan dan reproduksinya. Namun, mereka juga dapat ditemukan di sistem hutan iklim sedang-hangat. Jamur ini utamanya menyerang semut dari tribus Camponotini, termasuk semut kayu (genus Camponotus). 

O. unilateralis menginfeksi semut dari tribus Camponotini, dengan proses patogenesis selengkapnya ditandai dengan perubahan pola perilaku semut yang terinfeksi. Inang yang terinfeksi akan meninggalkan sarang kanopi dan jalur mencari makan mereka menuju lantai hutan, suatu area dengan suhu dan kelembapan yang sesuai untuk pertumbuhan jamur; mereka kemudian menggunakan mandibulanya untuk menempelkan diri pada tulang daun utama di bagian bawah daun, tempat di mana inang tersebut akan tetap berada setelah pada akhirnya mati. Proses ini, yang berujung pada kematian, memakan waktu 4–10 hari, dan mencakup tahap reproduksi di mana tubuh buah tumbuh dari kepala semut, lalu pecah untuk melepaskan spora jamur. Pada gilirannya, O. unilateralis sendiri juga rentan terhadap infeksi jamur lain, suatu kejadian yang dapat membatasi dampaknya pada populasi semut, yang mana jika tidak, diketahui dapat menghancurkan koloni semut.

Spesies kerabatnya, seperti Tolypocladium inflatum menghasilkan metabolit sekunder yang telah menjadi sumber dari obat-obatan bernilai. Organisme seperti O. unilateralis sering berevolusi untuk menghasilkan metabolit spesifik sebagai aktivitas antibakteri dan/atau modulasi inangnya. Akibatnya, beberapa metabolit ini mungkin terbukti berguna sebagai produk farmasi.

Referensi

Lihat pula

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29047496 (2026-03-18T01:26:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.