Lompat ke isi

Kriopreservasi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 4 September 2026 22.31 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29300503; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kriopreservasi atau pengawetan kriogenik adalah proses di mana organel, sel, jaringan, matriks ekstraseluler, organ, atau struktur biologis lainnya yang rentan terhadap kerusakan akibat kinetika kimia yang tak teratur dipertahankan dengan pendinginan hingga suhu yang sangat rendah (biasanya −80 °C menggunakan karbon dioksida padat atau −196 °C menggunakan nitrogen cair). Pada suhu yang sangat rendah, aktivitas enzimatik atau kimia apa pun yang dapat menyebabkan kerusakan pada bahan biologis akan dihentikan secara efektif. Metode kriopreservasi berusaha mencapai suhu rendah tanpa menyebabkan kerusakan tambahan yang disebabkan oleh pembentukan kristal es selama proses pembekuan. Kriopreservasi tradisional mengandalkan pelapisan bahan yang akan dibekukan dengan kelas molekul yang disebut krioprotektan. Metode baru yang lebih efektif sedang diselidiki karena adanya toksisitas pada banyak bahan krioprotektan.

Referensi

Bacaan lanjutan


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29300503 (2026-06-01T02:04:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.