Lompat ke isi

Kekerdilan pulau

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 5 September 2026 08.46 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29474618; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kekerdilan pulau atau dwarfisme pulau, sebuah bentuk kekerdilan akibat evolusi, adalah proses dan kondisi berkurangnya ukuran dari hewan-hewan besar setelah beberapa generasi ketika jangkauan populasinya terbatas pada sebuah lingkungan yang kecil, utamanya pulau. Proses alamiah ini berbeda dengan penciptaan keturunan kerdil yang disengaja, disebut pengerdilan. Proses ini terjadi beberapa kali dalam sejarah evolusi, contohnya adalah dari dinosaurus, seperti Europasaurus, dan hewan modern seperti gajah dan beberapa hewan kerabatnya. Proses ini, dan tinggalan bentuk genetika pulau lainnya, tidak hanya terjadi di pulau, tetapi dapat pula terjadi ketika sebuah ekosistem terisolasi dari sumber daya dan perkembangbiakan dari luar ekosistem. Proses ini juga dapat terjadi di gua, oasis padang pasir, lembah terisolasi, dan gunung terisolasi. Dwarfisme pulau adalah salah satu aspek dari "aturan pulau" yang lebih umum yang menyatakan bahwa ketika hewan dari daratan utama menghuni pulau-pulau, spesies yang kecil cenderung berevolusi menjadi hewan yang lebih besar dan spesies besar cenderung berevolusi menjadi hewan yang lebih kecil.

Perkiraan penyebab terjadinya dwarfisme pulau

Ada beberapa penjelasan yang diusulkan dalam mekanisme terjadinya dwarfisme.

Salah satunya adalah terjadinya proses seleksi ketika hanya hewan dengan ukuran kecil yang terjebak dalam pulau bertahan, kemudian makanan secara bertahap menurun hingga ke tingkat batas bawah. Hewan yang lebih kecil menggunakan sumber daya yang lebih sedikit dan wilayah yang lebih kecil, dan lebih mungkin untuk melewati batas ketika penurunan populasi memungkinkan sumber makanan untuk mencukupi kebutuhan hewan untuk berkembang. Ukuran yang lebih kecil juga menguntungkan dalam reproduksi hewan, karena memerlukan waktu kehamilan dan waktu pembiakan yang lebih singkat.

Di wilayah tropis, ukuran yang lebih kecil seharusnya membuat termoregulasi hewan menjadi lebih mudah.

Contoh

Beberapa contoh yang terkenal dari dwarfisme pulau antara lain:

  • Dinosaurus dari pulau-pulau zaman Mesozoikum, seperti Pulau Hateg, sekarang di Rumania:
    • Europasaurus, jenis dari brachiosaurus
    • Magyarosaurus, jenis dari titanosaurus
    • Zalmoxes, jenis iguanodontid yang berhubungan dengan Rhabdodon
    • Balaur, jenis dari eumaniraptoran
    • Telmatosaurus, jenis hadrosaurus
    • Struthiosaurus, jenis nodosaurid
  • Pilosan kerdil dari Karibia:
  • Hewan dari akhir Pleistosen dan awal Holosen:
    • Mamut pigmi, Mammuthus exilis, yang hidup di pulau prasejarah bernama Santa Rosaedi lepas pantai California
    • Populasi kerdil dari mamut berbulu, Mammuthus primigenius, di Pulau Saint Paul, Alaska (mamut Pulau Wrangel, di utara Siberia, tidak lagi dikategorikan kerdil )
    • Mamut Pulau Sardinia, Mammuthus lamarmorae
    • Mamut Pulau Kreta, Mammuthus creticus
    • Mamut Malta: Palaeoloxodon antiquus leonardi, P. mnaidriensis, P. melitensis, P. falconeri
    • Gajah Kreta: Palaeoloxodon chaniensis, P. creutzburgi
    • Gajah kerdil Siprus, Palaeoloxodon cypriotes
    • Gajah kerdil Pulau Naxos, Palaeoloxodon sp.
    • Gajah kerdil Pulau Rodos and Tilos, Palaeoloxodon tiliensis
    • Stegodon kerdil dari Filipina, Flores, Sulawesi, Sumba, dan Timor, seperti Stegodon sondaarii, S. florensis and S.sompoensis
  • Manusia kerdil:
    • Spesies hominid kerdil yang disebut Homo floresiensis, dari fosil yang ditemukan di Pulau Flores di Indonesia.
    • Manusia kerdil dari Palau, Mikronesia, dengan ukuran yang sama dengan hominid Flores (diperdebatkan tentang status keduanya).


Catatan

Catatan kaki

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29474618 (2026-07-19T08:19:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.