Hak asasi hewan
Hak asasi hewan, juga dikenal sebagai kebebasan hewan, adalah ide bahwa hak-hak dasar hewan non-manusia harus dianggap sederajat sebagaimana hak-hak dasar manusia. Para pendukung mendekati masalah ini dari posisi filosofis yang berbeda, mulai dari gerakan proteksionis yang dicetuskan filsuf Peter Singer—dengan fokus utilitarian terhadap penderitaan dan konsekuensi, alih-alih konsep hak itu sendiri—sampai gerakan abolisionis yang dicetuskan profesor hukum Gary Francione, yang menyatakan bahwa hewan hanya butuh satu hak, yaitu hak untuk tidak dijadikan benda atau properti. Meski ada berbagai macam pendekatan, mereka semua setuju bahwa hewan harus dipandang sebagai orang non-manusia dan anggota komunitas moral, serta tidak digunakan sebagai makanan, pakaian, subjek penelitian, atau hiburan.
Catatan kaki
Pranala luar
- Animal Law Review , Lewis & Clark Law School, accessed June 13, 2010.
- Animal Law section , The National Association for Biomedical Research, accessed June 13, 2010.
- Animal Legal Defense Fund , accessed June 13, 2010.
- Animal rights history , animalrightshistory.org, accessed June 13, 2010.
- Regan, Tom. Video of "Animal Rights: An Introduction" , Interdisciplinary Lectures on Animal Rights, Ruprecht-Karls-University Heidelberg, May 24, 2006, accessed June 13, 2010.
- The Center on Animal Liberation Affairs , accessed June 13, 2010.
- The Tom Regan Animal Rights archive , North Carolina State University, accessed June 13, 2010.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28013699 (2025-10-16T10:40:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.