Lompat ke isi

Batu amandel

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 5 September 2026 13.32 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26119526; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Batu amandeli adalah mineralisasi di celah-celah bagian amandel , batu amandel juga dikenal sebagai tonsillolith. Jika tidak termineralisasi, sisa-sisa ini disebut dengan tonsilitis kaseosa kronis ( CCT ). Tanda terbentuknya batu amandel munculnya bau mulut . Biasanya keadaan ini tidak menimbulkan rasa sakit.

Keadaan ini bisa saja berisiko membuat infeksi tenggorokan berulang. Komposisi dari batu amandel ini terdiri dari biofilm dari sejumlah bakteri-bakteri yang berbeda. Kondisi ini sering dijumpai pada amandel palatina, dan kondisi inipun bisa terjadi pada amandel lingual . Berat batu amandel bisa beragam dalam catatan beratnya mulai dari 0,3g ke 42G. Batu amandel bisa ditemukan selama pencitraan medis dikarenakan alasan lain.

Kondisi batu amandel tidak perlu diobati jika, tidak mengganggu. Menghilangkan batu amandel bisa secara manual, dan bisa juga dengan cara berkumur dengan air garam. Penggunaan senyawa Klorheksidin juga bisa dicoba untuk membantu menghilangkan batu amandel. Tindakan bedah seperti pengangkatan amandel sebagian atau seluruhnya bisa menghilangkan batu amandel. Persentase orang yang mengalami batu amandel sekitar 10% . Perbandingan antara pria ,dan wanita yang mengalami batu amandel sama Lansia yang paling sering terkena dampaknya.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26119526 (2024-08-03T07:52:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.