Lompat ke isi

Koinofilia

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 5 September 2026 13.35 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22604633; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Koinofilia adalah istilah yang digunakan oleh biolog Johan Koeslag, yang bermakna ketika makhluk seksual mencari pasangan, mereka memilih berpasangan dengan yang tidak memiliki kenampakan yang tidak biasa, aneh, atau menyimpang.

Sebagai akibat dari seleksi alam, kenampakan yang menguntungkan menggantikan kenampakan yang tidak menguntungkan. Maka ketika makhluk seksual ingin berkawin, mereka akan menghindari individu yang memiliki kenampakan yang tidak biasa, sementara tertarik dengan mereka yang memiliki kenampakan rata-rata. Hal ini menguntungkan karena mereka menghindari pasangan yang mungkin memiliki mutasi yang merugikan.

Koinofilia dalam manusia ditemukan oleh Judith Langlois dan rekan kerjanya, yang menemukan bahwa rata-rata wajah dua manusia lebih menarik daripada masing-masing wajah yang membentuk wajah rata-rata tersebut. Semakin banyak wajah (dengan gender dan usia yang sama) yang digunakan untuk membuat wajah rata-rata, semakin menarik wajah rata-rata itu.

Referensi

Pranala luar

  • Why Sex? discusses the origin of sex, and the evolutionary problem of the affordability of males, together with its koinophilic solution.
  • Beauty Check includes example blended faces and discusses why average face shapes are more attractive.
  • Averaging faces shows how the average of two faces looks more attractive than either of the faces used in the averaging process.


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22604633 (2023-01-09T13:18:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.