Lompat ke isi

Induksi persalinan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 5 September 2026 13.38 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28661325; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Induksi persalinan adalah intervensi obstetri umum yang merangsang permulaan persalinan menggunakan metode buatan. Tingkat induksi persalinan meningkat hampir dua kali lipat sejak tahun 1990. Terdapat variasi besar dalam tingkat Induksi persalinan di seluruh dunia, dan hal ini dapat disebabkan oleh variabilitas dalam pedoman dan kurangnya konsensus mengenai pedoman praktik klinis mengenai Induksi persalinan. Saat ini, di negara-negara berpendapatan tinggi, proporsi neonatus yang lahir dengan Induksi persalinan diperkirakan sekitar 25%. Sebaliknya, angka tersebut umumnya lebih rendah di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.

Indikasi

Ada indikasi waktu persalinan terlambat prematur, cukup bulan awal, cukup bulan, dan pasca cukup bulan, tergantung pada riwayat obstetri dan kesehatan pasien. Induksi persalinan diindikasikan ketika diperkirakan bahwa hasil pada janin, ibu, atau keduanya lebih baik dibandingkan dengan penatalaksanaan ekspektatif, yaitu menunggu permulaan persalinan spontan. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) memiliki daftar panjang rekomendasi mengenai waktu persalinan, dengan beberapa skenario klinis yang lebih umum tercantum di bawah ini:

  • Oligohidramnion dengan waktu kehamilan 36 0/7 hingga 37 6/7 minggu
  • Pembatasan pertumbuhan intrauterin janin, tanpa Doppler abnormal, dengan waktu kehamilan 38 0/7 hingga 39 6/7 minggu
  • Keterbatasan pertumbuhan intrauterin janin, tanpa aliran diastolik akhir, dengan waktu kehamilan 34 0/7 minggu
  • Pembatasan pertumbuhan intrauterin janin, dengan aliran diastolik akhir terbalik, dengan waktu kehamilan 32 0/7 minggu
  • Hipertensi kronis, tidak dalam pengobatan, dengan waktu kehamilan 38 0/7 hingga 39 6/7 minggu
  • Hipertensi gestasional yang waktunya pada usia kehamilan 37 0/7 minggu atau pada saat terdiagnosis jika terdiagnosis terlambat
  • Preeklampsia tanpa gejala berat dengan waktu kehamilan 37 0/7 minggu atau pada saat diagnosis jika didiagnosis kemudian
  • Preeklampsia dengan gambaran berat dengan waktu kehamilan 34 0/7 minggu atau pada saat diagnosis jika didiagnosis kemudian
  • Diabetes pregestasional terkontrol dengan baik, dengan waktu kehamilan 39 0/7 hingga 39 6/7 minggu
  • Diabetes gestasional (GDM), diet, atau olahraga terkontrol, dengan waktu kehamilan 39 0/7 hingga 40 6/7 minggu
  • Ketuban pecah dini sebelum melahirkan (PPROM) dengan waktu kehamilan 34 0/7 minggu atau pada saat diagnosis jika didiagnosis terlambat Jangka akhir dengan waktu kehamilan 41 0/7 hingga 41 6/7 minggu
  • Abruptio placentae
  • Korioamnionitis
  • Kematian janin intrauterin (IUFD)

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28661325 (2025-12-04T15:15:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.