Lompat ke isi

Neurotoksisitas

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 5 September 2026 13.39 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29572430; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Neurotoksisitas adalah suatu wujud toksisitas dimana sebuah agen fisik, kimiawi, atau biologis menghasilkan suatu dampak buruk pada struktur atau fungsi sistem saraf pusat dan/atau tepi. Hal ini terjadi ketika paparan suatu zat (terkhususnya, suatu neurotoksin atau neurotoksikan) mengubah aktivitas normal sistem saraf sehingga menyebabkan kerusakan permanen maupun dapat dipulihkan pada jaringan saraf. Hal ini pada akhirnya dapat mengganggu atau bahkan membunuh neuron, yaitu sel yang dapat mengirim dan memproses sinyal ke otak maupun bagian sistem saraf lainnya. Neurotoksistas dapat terjadi sebab transplantasi organ, radioterapi, beberapa farmakoterapi, penggunaan rekreatif obat, paparan logam berat, gigitan dari beberapa spesies ular berbisa, pestisida, beberapa larutan pembersih industri, bahan bakar, serta beberapa zat-zat alami. Gejalanya dapat muncul secara langsung tak lama setelah paparan, atau tertunda. Gejala ini dapat mencakup kelemahan pada anggota gerak, kebas, kehilangan ingatan, penglihatan, atau kepandaian, perilaku obsesif dan/atau kompulsif yang tidak terkendali, delusi, sakit kepala, masalah perilaku dan kognitif, serta disfungsi seksual. Paparan kapang kronis pada rumah dapat menyebabkan neurotoksisitas yang baru tampak gejalanya setelah berbulan-bulan hingga bertahun-tahun terpapar.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29572430 (2026-08-13T14:52:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.